Bayangkan seorang mahasiswa yang berada di ujung perjuangan proses penyelesaian pendidikannya.
Ia yang akan menyelesaikan studinya di kampus yang telah
mendidiknya. Semua saudara dan sanak family pun hadir turut
menghantarnya, terlebih kedua orang tua nya yang hadir dengan penuh
bahagia.
Linang air mata, degup dan detak jantung di dada, senyum
membuncah serta bulu roma yang tegak memberi rasa yang berbeda. Sangat
berbeda!
Mahasiswa itu kemudian berdiri tegap tatkala namanya dipanggil,
Ia berjalan dengan gagahnya ketika seluruh mata pun tertuju padanya.
Seorang sarjana, insan intelektual harapan dunia.
Namun, tatkala Ia telah menerima sertifikat kelulusan, Ia pun termengu dan berpikir…
Apakah ini yang saya kejar ? Apakah dengan ini saya bisa hidup ? Mau dibawa kemana hidup saya ?
Serta merta Ia langsung melempar ijazahnya dan menangis sejadi-jadinya.. berlari menyungkur.. menghadap Tuhan nya..
Dari sini Ia pun belajar,.. untuk lebih memahami makna hidupnya…Dan inilah tuntunan cara memaknai hidup,,,
1. Memahami Tujuan Hidup
Tujuan hidup kita adalah hanya untuk AllahSWT, bukan untuk apa-apa yang tertulis di Q.S Ali-Imran : 14.
a. Kurangi Maksiat
Hendaklah memiliki target meniadakan kemaksiatan dalam diri kita. Berhati-hatilah terhadap kemaksiatan. ! Dalam buku Ibnu Qayyim dibahas secara jelas ancaman tentang kemaksiatan. Yang paling berbahaya adalah tatkala kita telah merasa aman dari segala perbuatan maksiat kita. Kita merasa tidak ada lagi ancaman dan azab AllahSWT
b. Selamat meniti Jembatan Sirathal Mustaqim
Bayangkan bagaimana Anda bisa meniti sebuah jembatan yang memiliki lebar 1 helar rambut manusia yang dibagi 7 ?
c. Masuk ke Surga-Nya
Surga merupakan ganjaran bagi orang yang bertakwa kepada-Nya. Dan nikmat terbesar yang dapat dirasakan ummat Islam yang masuk surga adalah ketika bertemu dan memandang wajah AllahSWT. Negasi dari Surga, yakni adalah neraka, merupakan adzab dari AllahSWT.
1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia.
Dalam Q.S Al-Hujurat : 56, AllahSWT menyatakan “tak kan kuciptakan jin dan manusia selain untuk menyembah-Ku”
2. Mengerti tentang Hidup.
Hidup itu Penuh Ujian. Setiap manusia, siapapun Ia, pasti mendapatkan Ujian dalam hidupnya. Semakin berkualitas diri seseorang semakin kuat ujian yang akan Ia hadapi. Ujian yang didapatkan adalah Sunnatullah yang harus kita lalui manakala kita ingin memperbaiki kualitas diri kita. Jenis ujian dalam hidup pun ada dua:
- Minha – enak
- Mina’ – tidak enak
- Jangan mengangan-angankan bertemu musuh(Ujian). RasulullahSAW melarang hal ini walaupun kita yakin sanggup menahan ujian itu.
- Apabila benar-benar mendapat Ujian, Bersabarlah. Jangan lari menghadapi Ujian. Sabar adalah kunci utama dalam menghadapi ujian. Innallaha ma’ashabirin.
- Muslim yang Kasar
- Munafik yang Membenci
- Kafir yang selalu memerangi
- Syetan Sang Penyesat
- Nafsu Mengekang
3. Memahami bahwa Hidup adalah Rahmat AllahSWT
Rahmat AllahSWT yang paling besar adalah hidayah dan petunjuk-Nya. AllahSWT juga member sebuha rahmat dengan menurunkan RasulullahSAW ke muka bumi ini.
Rezeki, kebaikan dan hal-hal yang bersifat duniawi juga merupakan Rahmat AllahSWT. Rahmat AllahSWT yang luas ini, yang diberi secara Cuma-Cuma dan AllahSWT pun tak pernah merasa kurang setelah menurunkan segala Rahmat-Nya pada manusia. Terkadang aneh jika masih ada seorang mukmin yang tahu makna hidupnya, malah berputus asa.
Rahmat AllahSWT sangatlah besar. Apa yang menyebabkan kita untuk berputus asa dari rahmat-Nya ?
Cukup AllahSWT penolong kita ! Hasbunallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar