Jumat, 07 Agustus 2015



Jadikan Aku Penggantinya
Cinta…
Cinta itu indah…
Cinta itu Anugerah…
Cinta itu apa adanya…
Dan cinta itu sebuah pengorbanan…
Jatuh cinta, itulah yang tengah dirasakan oleh cowok bernama lengkap Tristan Kurniawan. Ia menyukai teman sekelasnya yang bernama Salsabila. Namun, perasaan itu harus kandas saat ia mendengar berita bahwa gadis itu sudah menjalin hubungan dengan Levi yang merupakan sahabat terdekatnya.
Kenapa aku harus jatuh cinta pada cewek sahabatku sendiri?
Ia berusaha memendam perasaan itu dan melupakan Salsa. Berbagai upaya telah ia lakukan agar bisa mengusir perasaan yang tak ia inginkan itu. Namun, perasaannya terhadap Salsa begitu besar sehingga membuatnya sangat sulit untuk memusnahkan perasaan itu dalam sekejab.
Aku butuh waktu sedetik untuk mencintaimu, namun aku butuh waktuku seumur hidup untuk melupakanmu. Cowok berkulit putih itu masih sibuk menulis kata hatinya, setelah akhirnya kertas itu ditarik secara tiba-tiba oleh makhluk usil bernama Levi.
“Ciye… ciye… lagi nulis puisi buat siapa nih?” ledeknya sambil berusaha membaca tulisan di kertas itu.
Tristan yang tidak terima, spontan mau merebut kertas miliknya dari tangan sahabatnya itu.
“Kembaliin gak?” suara Tristan dibuat seperti sedang marah. Namun, Levi sangat memahami bahwasannya ia tidak pernah bisa benar-benar marah padanya.
“Kalo gue gak mau gimana? Lagian gue Cuma mau lihat puisi lo aja kok.”
“Itu bukan puisi.”
Mereka terus saja berebut buku itu, sampai akhirnya buku itu terjatuh ke lantai tepat di depan seorang gadis cantik bernama Salsabila. Gadis itu kemudian mengambil buku yang sudah kusut itu. Tristan tercengang dan takut Salsa akan membaca tulisannya. Tadi, aku nulis namanya di buku itu gak ya?
Ingin rasanya Tristan berlari ke arahnya dan langsung merebut buku itu dari tangannya, tapi ia tidak berani untuk melakukannya. Ia hanya diam dengan ketakutan yang tidak ia tampakkan.
Levi menghampiri gadis itu.
“Hei sayang?” Sapanya.
Levi yang melihat hal itu hanya menguatkan dirinya agar tidak pingsan di tempat itu. Ia mengalihkan pandangannya, karena ia takut dengan melihat kemesraan mereka akan membuatnya sakit hati yang tidak ada obatnya.
“Ini buku apa sih, sampai kamu berebutan kayak anak kecil gitu?” tanya Salsa heran.
“Tadi aku lihat Tristan nulis puisi di buku ini untuk cewek yang dia suka.” Jelas Levi sembari menertawai Tristan.
“Oh ya, kamu suka sama siapa Tristan?” tanya gadis itu kemudian.
“Aku suka sama kamu Salsa. Hanya kamu, yah hanya kamu di hati ini tidak ada yang lain.” Teriaknya dalam hati.
“Loh, kok bengong sih?”
Tristan merasa sudah tidak kuat lagi berada di tempat yang sama dengan Salsa dan Levi. Setiap hari ia harus merasakan sakit yang mendalam setiap kali melihat sahabatnya itu bermesraan dengan cewek yang dicintainya. Berbagai upaya telah ia lakukan, tapi semua itu sia-sia jika ia masih berada di tempat yang sama dengan Salsa.
Dan akhirnya, Tristan memutuskan untuk pergi dari kehidupan Salsa juga Levi. Sekalipun ia berat untuk meningalkan cinta dan sahabatnya, tapi akan ia lakukan untuk melupakan Salsa. Dan ia juga tidak ingin perasaan itu diketahui oleh Levi, karena bagaimanapun ia dan Levi sudah seperti saudara sendiri.
14 Februari 2012
Tristan memulai hidup barunya di sebuah kota yang sering kita kenal dan sering kita sebut dengan nama Bandung. Di jawa barat itulah ia memulai melupakan masa lalunya. Masa lalu yang sangat menyakitkan baginya. Dengan keberangkatannya ke kota itu, ia ingat betul kalau ia sama sekali tidak memberitahu ataupun meningalkan pesan untuk Levi.
Ia tidak ingin Levi menghalangi keberangkatannya. Karena ia tahu, kalau sahabatnya itu tidak akan mengizinkan dirinya pindah ke luar kota.
Tristan sudah benar-benar akan melupakan masa lalunya. Ia tidak akan berkomunikasi dengan orang-orang dari masa lalunya, karena itu sangat menyakitkan untuknya mengingat masa lalu yang akan ia kubur dalam-dalam.
Setahun lebih, ia meninggalkan kota kelahirannya. Sekarang ia sudah kembali dan suasana sudah banyak yang berubah. Keadaan rumah itu juga sangat jauh berbeda dari ketika ia masih menempatinya. Pikirannya sudah sedikit jernih begitupun dengan hatinya. Namun, cintanya untuk Salsa tetap tak bisa ia musnahkan. 1 tahun 5 bulan itu tak cukup untuk melupakan cinta di masa lalunya. Namun, ia memutuskan untuk pulang ke kota kelahirannya karena rindu yang sudah tak tertahankan lagi pada sahabatnya, juga pada Salsa. Tapi ia tidak tahu gimana caranya bisa bertemu dengan mereka, secara mereka putus komunikasi.
Dua hari setelah kepulangannya, sengaja ia mendatangi Café tempat biasa mereka hange-out bersama. Ia teringat dan merindukan masa putih abu-abu bersama sahabatnya itu. Ia berharap kedatangannya ke kota itu bisa bertemu dengan Levi dan Salsa, walaupun pada akhirnya ia akan merasakan sakit hati lagi.
Setelah beberapa lama ia duduk di Café itu, tak sengaja ia dalam penglihatannya ia menangkap sosok seseorang yang sudah tak asing lagi baginya. Tak disangka ia akan melihat gadis berambut panjang itu lagi, setelah mereka lama tidak bertemu. Namun, ia tidak yakin jika itu nyata. Apa ini hanya halusinasiku saja?
Ia mengucek kedua matanya layaknya orang yang baru bangun tidur. Benar, itu Salsabila. Perlahan ia mendekati gadis itu.
“Salsa?” Panggilnya. gadis itu melihat ke arahnya.
“Tristan?” Ujarnya terkejut.
Ia hanya tersenyum.
“Kapan kamu ke Jakarta?”
“Dua hari yang lalu.” Jawabnya. “Oh ya, kamu sendirian?” tanyanya sambil melihat-lihat seperti ada yang ia cari.
Salsa, tidak menjawab. Ia hanya menunduk sedih. Melihat hal itu membuat Tristan mau tidak mau harus menemaninya. Ia duduk di sebelah salsa.
“Kamu kok gak bareng sama Levi, aku kangen. Pengen ketemu sama dia.”
Tiba-tiba air mata itu menetes di kedua pipinya.
“Salsa, kamu kenapa, apa ada yang salah dengan kata-kataku?”
“Gak kok.” jawabnya singkat. Kembali ia meneteskan air matanya, membuat Tristan semakin tidak mengerti.
“Ada apa dengan hubungan kalian?” tanya Tristan lagi.
“Tristan, Levi udah pergi, dia udah ninggalin aku.” Lirihnya.
“Apa, dia udah ninggalin kamu?! tapi kenapa, bukannya dia sangat mencintai kamu?”
Salsa tak bisa menjawab pertanyaan Tristan.
“Brengsek! awas aja kalau aku sampai ketemu dia, aku akan kasih perhitungan sama dia.” Katanya dengan geram.
“Gak Tristan. kepergiannya bukan atas kemauannya.”
“Maksud kamu apa?”
“Levi udah bersandar pada batu nisan. Tuhan sudah mengambilnya dari kita.” Salsa sudah tidak sanggup lagi meneruskan kata-katanya.
“Gak mungkin! Ini gak mungkin. Kamu bohong kan Salsa?” suara Tristan meninggi.
Lalu, Salsa membawa Tristan ke sebuah makam yang di batu nisan itu bertuliskan “Dwi Fahlevi”
Kenapa kamu harus pergi secepat ini? Tuhan, kenapa aku harus menyaksikan wanita yang sangat aku cintai terluka. Aku tidak sanggup dan tidak rela melihat dia terluka dan meneteskan air mata. Aku ingin mengobati luka itu dan menjadi penggantinya, aku janji, aku akan menjaga dan melindungimu.
Hari-hari ia lewati bersama Salsa dengan tanpa kehadiran Levi. Memang ini yang ia inginkan, bersama Salsa, tapi juga bukan tanpa Levi.
Ia sangat setia dan sangat menyayangi salsa. Ia sadar kehadirannya tidak akan mampu menggantikan Alm. Levi. Tapi sekuat tenaga ia akan membuatnya tersenyum dan akan setia menemaninya meskipun Salsa tidak bisa menerimanya menjadi kekasihnya.
Salsa sedang menyeberangi jalan saat akhirnya mobil sedan melaju dengan sangat cepat, Salsa terkejut. Tiba-tiba ada seseorang yang menariknya dalam pelukan orang itu dan membuatnya terjatuh bersama orang itu. Perlahan, ia menengadahkan kepalanya dan melihat seseorang yang sudah menjadi pahlawan dalam hidupnya, seseorang yang sudah menyelamatkan hidupnya.
“Tristan…” Ujarnya terkejut.
Ia hanya terdiam. Dan berusaha berdiri.
“Astaga, kepalamu terluka.” Salsa terkejut begitu melihat kepala Tristan yang penuh dengan darah. Tristan tak menolaknya begitu Salsa mengajaknya untuk mengobati luka di kepalanya.
“Tristan, kenapa kamu ngelakuin hal yang dapat membahayakan nyawamu. Kepalamu terluka karena kamu menyelamatkanku.” Ujarnya bersalah.
“Aku ngelakuin ini, karena aku gak mau cewek yang aku cintai terluka.” Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutnya.
“Kamu…”
“Ia, aku mencintaimu sejak kita SMA. Tapi aku memendam perasaan ini begitu aku tau kalau kamu sudah jadian sama sahabatku, Levi.” Ujarnya terus terang. “Ma’af kalau aku lancang.” Lanjutnya.
“Sebenarnya, aku juga mencintaimu. Aku menerima Levi, biar aku bisa ngelupain kamu.”
Seketika raut wajah Tristan berubah.
“Kamu gak sedang bercanda kan? Kamu serius kan?”
“Ia aku serius.” Jawabnya disertai senyum.
Kedua insan itu pun mengikat cinta mereka dengan bertunangan.
The End
Kisah ini terinspirasi dari sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Kangen Band yang berjudul “Tentang”

Yang Jauh Lebih Iya



KEGIATAN yang paling sering Biru lakukan sejak kelas IX: main basket dan latihan band di sekolah. Bahkan menjelang ujian nasional beberapa waktu lalu, dia tak mengurangi dua kegiatan itu, apalagi setelah ujian. Ketika ibunya “protes”, dia menjawab, “Basket untuk kesehatan, latihan band untuk pentas perpisahan.” Karena untuk perpisahan, makin dekat hari-H, kian sering saja. Kadang sampai sore, sampai malam juga. 
Aku belum pernah nonton Biru main basket di lapangan, belum pernah pula menyaksikan dia ngeband, pun saat latihan. Hanya sesekali melihat dia nggenjreng gitar atau memainkan bola basket di dalam dan di depan rumah. Karena itulah, saat bersama Entik dan Gigih menghadiri undangan pengumuman hasil ujian nasional sekaligus akhirussanah di MTs Negeri 1 Semarang, 10 Juni 2015, yang membuatku deg-degan justru menunggu pementasan Biru dan kawan-kawan. Bukan perkara kelulusan, NEM, atau bakal (bisa) melanjutkan ke sekolah mana dia nanti.
Tak satu pun mata acara menggetarkanku, dari sambutan berbagai pihak hingga pengumuman 100 persen lulus berikut penghargaan bagi murid yang masuk 10 besar NEM tertinggi (berseling pementasan tari, nyanyi, dan pencak-silat). Getaran baru kurasakan ketika Biru naik pentas. Dari kursi bawah panggung, si tengah yang kini memang lebih tinggi dariku itu tampak kian menjulang. Sebuah suara menonjok dari dalam, “Anakmu sudah gede, Dul!”
Maka melihat dia mondar-mandir di atas panggung, mengambil dan menyandang gitar, berbicara dengan teman-teman segrupnya, sudah membuatku merasa “gimanaaaaa gitu”. Apalagi saat drummer memberikan aba-aba dan mereka mulai bermain, wah, getaran makin kuat menjalar. Yang tak kusangka, gaya Biru memegang dan menggenjreng gitar yang jauh lebih santai ketimbang “gitaris-gitaris” lain di panggung itu, seperti profesional saja dia, membuatku tergerus rasa haru. 
“Mas Biru nggaya ya, Dik?” kata Entik. 
Gigih tak menyahut. Matanya lekat ke atas panggung, ke tangan kakaknya yang sedang main gitar. Maklum, sesama “gitaris” harus saling mencermati.
“Penampilan Mas Biru bagus kan?” tanyaku.
“Lumayan sih…” jawab Gigih, nggaya juga.
Menjelang akhir acara, Biru naik panggung lagi bersama Pak Agus, guru keseniannya yang pegang kibor. Biru main bas sembari duduk dengan mata dan hidung merah karena menangis, bahkan masih menahan isak, akibat acara “berterimakasih pada orang tua, terutama ibu” –seperti akhirussanah saat dia lulus SD dulu. Saat sedih, saat menangis, dia tetap pentas, menunaikan kewajiban sebagai pemain bas untuk lagu “Sayonara”, itu keren! Itu membuatku sekali lagi tergerus rasa haru.
Sepanjang lagu yang terus berulang sampai 400-an murid usai menyalami seluruh guru, kusaksikan Biru dalam bungkam dengan mata tua yang berkaca dan meretak perlahan. Aku bangga, iya. Sayang, jauh lebih iya –walau kian ke sini tak lagi sering tampak olehnya.

Tuesday, December 30, 2014

Pesan Pendek Kenangan Panjang

KARENA kuliah, karena sudah memasuki usia dewasa, Tia seolah-olah tak lagi menjadi “beban pikiran” bagi kami. Apa pun yang dia (hendak) lakukan berkaitan dengan proses belajarnya sebagai mahasiswi fotografi ISI Surakarta, sepanjang kami yakini jujur dan berada di garis lurus, kami angguki saja. Hanya ketika dia meminta tambahan dana, naaaa…. tak selalu serta-merta kami bisa mengangguk segera.
Rumah tanpa kehadiran Tia juga seolah-olah baik-baik saja, tak kurang suatu apa. Maklum, Biru yang remaja sedang hobi gerudak-geruduk dengan teman segeng, Gigih yang tak kalah pintar bergaul pun main ke teman di gang sini dan sana, sedangkan aku dan Entik “sibuk” berjibaku day by day. Meski begitu, uniknya, Tia bisa tiba-tiba hadir tanpa harus pulang. 
Ketika Entik bikin kering tempe, misalnya, Biru yang mencium aroma manis-manis pedas segera ke dapur dan bertanya, “Mbak Tia mau pulang to, Buk?” Begitupun ketika Entik bikin rendang, di samping senang karena ada lauk enak, Gigih biasanya bersorak, “Horeee… Mbak Tia pulang! Aku bisa pinjem laptopnya untuk nonton film!”
Kenapa begitu? Ya, sebab dua masakan itulah biasanya yang Entik bawakan sebagai bekal setiap Tia balik ke Solo setelah satu dua hari di rumah.  Masakan yang sangat awet dan tentu saja cocok untuk anak kos. Tak jarang, setiap hendak pulang, Tia sudah request masakan pada ibunya via SMS. Pernah, si ibu sudah berkeringat masak, eh, dia batal pulang dan kirim SMS: “Paketin dong…”  Entik pun biasanya membalas, “Enak aja, nggak pulang yang nggak dapet rendang.” 
BERKAIT dengan “tradisi” SMS ini, ada cerita tentang rasa, terutama rasaku sebagai orang tua, sebagai bapak. Aku dan Tia “berteman” di facebook tapi sangat jarang saling komentar pada status atau unggahan foto masing-masing. Karena itu, persinggungan jarak jauh hanya kami lakukan via SMS yang kemudian menjadi semacam hiburan pelepas lelah atau pereda kehawatiran dan gelisah.
Tanggal 30 Desember tahun lalu, misalnya, menjelang petang aku terima SMS dari Tia: 5kali ke sekaten, kangen bapak. Aku kaget karena mendapat ungkapan rindu yang ujug-ujug dan bingung karena tidak tahu kaitan antara Sekaten di Solo dengan hubungan kami sebagai bapak-anak. Aku pun bertanya: Lhah, kok bisa? Dia menjawab: Keinget dulu ke pasar malem sama bapak… Bercanda aku membalas: Emang pernah? Ha3. Ah, kenangan yang begitu panjang bisa tersampaikan dalam sebuah pesan pendek.

Meski aku “tak peduli” nilai alias yang penting belajar dengan bener sepanjang masa kuliah, gembira juga ketika Tia mengabarkan bahwa IP-nya tinggi dan berpeluang mendapat beasiswa. Kegembiraan bertambah saat dia berkabar via SMS harus buka rekening Bank Jateng untuk menerima pencairan bertahap beasiswa itu.
Kali lain, 6 Februari 2014, Tia berkabar tentang salah satu foto karyanya yang turut dalam pameran, terpilih dan terpajang di ruang Dekanat. Buru-buru aku menyahut: Wow! Surprise! Selamat! Dipajang di dekanat, gak cm di wallpaper laptop bapak. Dibeli brpkah? Ha3. Selamat again… Begitupun 10 November 2014, dia mengabarkan kegembiraan: fotoku “muka dua” keseleksi buat pameran kongres kebudayaan jawa, 500 peserta.
Tanggal 16 April 2014 sore, aku yang lebih dulu kirim SMS: Krn hardisk yg rusak gak bisa diperbaiki, bpk ngedit ulang naskah blog. Hari ini sampai pada momen ultah ke-17 berhadiah Sherina itu… Berhenti. Rasanya gimana gitu. Hampir dua jam kemudian, baru Tia membalas: Aku juga. Setiap baca blog bapak selalu rasanya gimanaaa gitu.
 
Seperti memanfaatkan gelombang yang sedang sama, aku kirim SMS lagi: Jadi orang baik di mata Tuhan aja yuk… Dia menjawab: Yuk yuk ^^. Kusambung dengan pesan: jaga diri, bawa diri… Muuuacchh… Tia menjawab dengan ungkapan Mulan pada sang ayah: I love you, baba… Dalam keharuan dengan mata mbrambang, aku membalas: love u 2.
MUKADUA
PAS aku ulang tahun, 12 Desember lalu, Tia mengucapkan selamat juga via SMS:  Selamat ulang taun bapak… Selalu sehat, selalu bahagia… Maaf gak bisa kado apa2. Hehe. I love you. Kubalas:  Jane ngado foto karya terbaik tahun ini. Ha3. Amin Allahumma aaamiiin. Tengkiu & luv u 2. Eh, dia berani berjanji atau tepatnya bertekad: Hehe, nanti pas tutup tahun
Tanggal 21 Desember, usai baca artikel tentang rumah fotografer muda di halaman “Aku & Rumahku” Kompas edisi Minggu, terbetik sebuah keinginan dan aku sampaikan via SMS ke Tia: Kok bpk pengin kau ambil S2 di Singapura ya, Nduk… Tak tahu aku bagaimana perasaannya saat membaca SMS itu tapi dia menjawab: Itu cita2ku sejak SMA, pak
Aku segera menyambung: Dulu kan mau kuliah di sana. Kini S1 di ISI, S2 di Nanyang. Balik2 dah tuop itu. Coba kejar, Nduk… Dia menjawab singkat dan tepat: Insya Allah… Ya, jika dan hanya jika Tuhan menghendaki. Dan semogalah demikian yang terjadi.
Sembari berproses untuk mencapai cita-cita bersama, kurasa kami akan terus berbalas pesan, senantiasa saling hadir walau berjauhan. Jarak dan kesibukan tak boleh memadamkan kasih sayang: api yang menerangi, api yang menghangatkan.

Thursday, December 25, 2014

Rapot yang Terus Terbuka

"EH, Pak, ada kejutan ini. Biru ranking 2 sekelas. Bu Umi, wali kelasnya, nggak nyangka. ‘Saya sudah nyaris angkat tangan menyuruh Bilal belajar, Bu. Eh, sekarang ranking 2. Kok bisa ya? Bilal pasti juga nggak nyangka ini, Bu.’ Begitu katanya. Waktu Ibuk mohon maklum, ‘Bilal banyak kegiatan, ya pramuka, ya basket, ya nge-band…’ Bu Ummi malah bilang, ‘Saya tahu, Bu, wong Bilal itu kos di sekolahan.’ “
Entik menyampaikan kejutan itu saat kami sampai di SD Alam Ar-Ridho, Sabtu 20 Desember sekitar pukul 11.30. Aku tertawa, mengira dia bercanda, dan meminta rapot Biru sebagai teman menunggu di saung, sementara dia menyelesaikan urusan rapot Gigih dengan guru kelas IV-C. Kubuka rapot itu. Ternyata benar, ranking 2 dari 37 murid sekelas. Waha, kejutan tenan wong sepanjang kelas VII-VIII, masuk 10 besar pun tak pernah si Biru itu.
“Nanti kita bilang pada Biru, ‘Lihat rapotmu jadi mules, Mas!’ Dia pasti mengira nilainya jeblok-blok!” kataku daam perjalanan pulang.
Dan memang itulah yang kemudian kukatakan begitu kami sampai di rumah. Biru yang sedang ngenet bertanya datar saja, “Lha emang kenapa kok mules?” 
“Kamu ranking 2, Mas…” kata Entik sambil menyerahkan rapot itu.
“Hah? Yang bener?”
Dia buka rapot, dia lihat, dia teriak dengan suara paraunya. “Waaaaa…. Akhirnya! Eh, kok bisa ya?”
“Wah, bener kata Bu Ummi pada Ibuk tadi, kamu pasti juga nggak nyangka.”
“Kok kamu bisa ranking 2 sih, Mas? Aneh…” komentar Gigih.
“Pesan Bu Ummi, pertahankan atau bagus lagi, tingkatkan…” sambung Entik.
Segera aku ulurkan tangan, “Selamat ya, Mas!” 
Biru menyambut dan mencium takzim punggung tanganku. Setelah itu, kembali dia teriak-teriak, heran tapi senang. Dan sebagaimana galibnya, buru-buru dia update status, mengabarkan kegembiraan ke seantero dunia.
“Wah, Buk, teman-temanku juga pada nggak percaya!” katanya seraya membacakan beberapa komentar pada status itu.
BIASANYA, tak ada kehebohan saat menerima rapot. Selain karena kami memang bukan “pemuja angka”, juga karena nilai akademik Biru biasa-biasa saja. Tak tinggi, tak pula rendah. Biasanya juga, Biru segera menutup dan menyimpan atau mengembalikan rapot itu ke sekolah setelah kutandatangani. Kali ini beda, amat menggelikan. Ketika Biru dolan, aku melihat rapot itu tergeletak di lantai kamar. Tergeletak dalam keadaan terbuka!
Pasti. Pasti dia pandangi terus ranking 2 itu selama dalam kamar. Bahkan, ketika hendak main, menutup rapot itu pun dia “tak tega”. Saat dia pulang sore-sore, Entik mengingatkan, “Rapotmu mbok ditutup, Mas…”
“Emang kenapa to?”
Keinjek Rooney atau kena tetesan air berubah jadi ranking 22 embuh lho!”
Biru masuk kamar, menutup pintu, dan… aku kok yakin dia pandangi lagi rapot itu sebelum akhirnya “rela” untuk menyimpan.

Wednesday, December 24, 2014

Hape Masalah, Seragam Juga Masalah


URUSAN rapot anak-anak semester ini aku serahkan penuh pada Entik. Sabtu 20 Desember itu aku cuma mengantar sampai di sekolah. Dia yang ketemu dan berbincang dengan wali kelas. Tujuan pertama, MTs Negeri 1, sekolah Biru. Undangan pukul 09.00 tapi karena urusan “teknis kerumahtanggaan”, kami baru bisa meluncur dari rumah nyaris pukul 10.00. Hanya 5-7 menit kami sampai di sekolah yang banjir jika hujan deras itu.
“Biru kelas sembilan apa ya, Pak? F atau apa ya?” tanya Entik.
“Kayaknya iya, F…” jawabku, ingat-ingat lupa. Begini ini akibat hubungan “tak akrab” antara sekolah dan orang tua. 
Entik mendekati ibu-ibu guru yang berderet di depan aula seperti penerima tamu. Di tiap meja terdapat lembar absensi dan nama kelas: IX-E, IX-F, IX-G, dan IX-H. 
“Maaf, Bu, mau tanya. Kelas Bilal itu…”
“Bilal Semangat Istiqlal? Kelas IX-B, Bu. Sosialisasi ujian nasional di aula untuk orang tua murid kelas IX-A, B, C, dan D sudah selesai. Sekarang giliran kelas IX-E, F, G, dan H. Jadi, Ibu silakan langsung ke ruang di samping kanan aula.
Artinya, kami memang terlambat dan segera menuju ke Kelas IX-B. Entik masuk, aku menunggu di luar. Tak jenak duduk, aku jalan-jalan, sekalian mengintip aula barangkali sosialisasi untuk kelas lain sudah dimulai. Ternyata, belum. Saat aku melongok ke dalam, seraut wajah tersenyum cerah. “Pak, siniiiii…!” katanya.
Dia Mas Adlan Heriyudi, kakak kelas semasa kuliah, senior semasa sama-sama jadi wartawan. Anaknya satu sekolah dengan Biru tapi sekarang pasti beda kelas. Aku masuk aula dan duduk di sampingnya. Sembari menunggu Entik, menebus keterlambatan turut acara sosialisasi. Siapa tahu memang ada yang perlu kami tahu.
“Undangannya sih sosialisasi tapi pasti isinya nggak beda dari yang kemarin-kemarin. Banyak ceramah, tausiah, muter-muter… cuma menghabiskan waktu produktif kita,” kata Mas Adlan. 
Aku tertawa, ingat saat menghadiri pertemuan orang tua, guru, dan komite sekolah ketika Biru masih kelas VII. Isinya memang seperti yang Mas Adlan ungkapkan. Akibatnya, waktu itu, aku “tak kuat” dan keluar. Pulang.
EMPAT guru, perempuan semua, masuk dan menempatkan diri di depan, duduk bertentang dengan para orang tua murid. Seorang di antara mereka bertindak sebagai pembawa acara. Setelah mengucap salam, dia mengatakan, “Sambil menunggu Kepala Sekolah, perlu saya sampaikan, Bapak-Ibu jangan malas atau bosan untuk memenuhi undangan kami. Anak-anak kita akan menghadapi ujian nasional, kita akan bertemu beberapa kali lagi…” 
Kepala Sekolah datang. Masih muda. Jauh lebih muda daripada kepala sekolah sebelumnya. “Karena sudah rawuh, waktu dan tempat kami haturkan kepada Ibu Hajah Hidayatun S.Ag, M.Pd…” kata pembawa acara.
Setelah salam dan sedikit basa-basi, Kepala Sekolah menyampaikan “materi sosialisasi” dalam bentuk power point sederhana. Dari tujuan mengundang orang tua, mata pelajaran yang akan diujikan, hasil penjajakan ujian nasional (PUN) pertama yang belum menggembirakan, sampai hasil survei kecil-kecilan terhadap kebiasaan murid yang membuat mereka tidak fokus belajar.
“Gangguan dari luar sangat banyak. Dari hape, tivi, sampai internet. Mereka tak bisa lepas dari semua itu, terutama hape. Lima menit saja tidak menengok hape, galau… Belajar pun tidak fokus, tidak efektif. Hape orang tua hape lama yang tahan banting tapi hape anak-anak canggih semua. Siapa yang membelikan? Panjenengan juga kan?” katanya. Kami, para orang tua, cuma senyam-senyum.
“Saat saya minta untuk jujur dan yang mengaku tidak akan dihukum,” lanjut Kepala Sekolah, “sebagian besar anak mengatakan sering tidak belajar. Masuk kamar tapi tidak belajar, hanya sibuk SMS-an, fesbukan, atau twiteran. Padahal sudah kelas sembilan lho, Pak… Bu... Anak-anak dilarang bawa hape ke sekolah, eh, bawa juga. Saat razia, kami dapatkan hape sak-dhunak, kami sita. Eh, ada saja orang tua yang mengambil dengan berbagai alasan, mau dijual untuk uang saku study tour, misalnya, kemudian diberikan lagi pada si anak. Naaa… program belajar dengan baik di sekolah tidak jalan kalau begini terus.”
“Menghadapi anak memang susah. Nggak dibelikan hape canggih, minder, nggak mau bergaul. Pegang hape, lupa belajar. Orang tua nyuruh gini nyuruh gitu, melarang ini melarang itu, mereka bilang cerewet,“ curhat Mas Adlan, bisik-bisik. 
Aku mengamini saja, “Iya, Mas. Susah.”
“Nah, menjelang ujian ini, agar anak-anak fokus belajar, bagaimana kalau mulai semester depan, mereka tidak pegang hape dulu kecuali hari Minggu? Jika Bapak-Ibu seratus persen setuju, besok saya sampaikan pada mereka… Setuju, Pak, Bu?”
“Setujuuuuu!!!”

DENGAN bahasa dan pembawaan cukup memikat, Bu Hidayatun meminta para orang tua untuk “turut mengawal anak-anak menghadapi ujian nasional”. Selain agar lulus dengan nilai bagus, juga agar bisa masuk ke SMA yang mereka inginkan. Yang sangat tak tersangka, dia juga menyampaikan perkara seragam sekolah yang kalah oleh pertumbuhan badan anak hingga bikin tak nyaman saat belajar.
“Celana anak-anak putra sudah cingkrang, baju anak-anak putri mengetat. Anak putri yang dadanya tumbuh tapi baju mengetat hingga kancingnya tertarik nyaris lepas, jadi membungkuk atau menutup dada dengan tangan ketika bergerak. Kelihatannya sepele tapi sangat mengganggu. Bapak dan Ibu pasti berpikiran, sebentar lagi lulus, untuk apa beli seragam baru. Eman-eman uangnya. Tapi kasihan mereka, Pak, Bu… Jika tidak nyaman, mereka juga akan sulit fokus belajar,” kata Bu Hidayatun.
Dia menambahkan, “Pas anak-anak berangkat study tour semester lalu saya lihat, banyak yang memakai sepatu baru, baju baru, celana baru, jaket baru, bahkan tas mereka pun baru… Tapi saat masuk sekolah lagi, kembali ke seragam lama yang bikin tidak nyaman belajar itu. Saya khawatir mereka berpikiran, sekolah tidak lebih penting dari wisata. Saya tidak minta Bapak-Ibu membelikan seragam baru, apalagi mahal… silakan saja, yang penting cukup dan nyaman untuk mereka pakai.”
Sebelum menutup dengan salam, Kepala Sekolah meminta para orang tua untuk banyak berdoa bagi keberhasilan anak-anak. “Setiap hari, mereka kami minta untuk mendoakan orang tua masing-masing. Sekarang, saya juga minta panjenengan semua untuk mendoakan mereka sebab energi doa sangatlah besar dan kuat. Lebih-lebih doa orang tua…”
Wow! Beda. Ya, kepala sekolah yang ini beda. Thas-thes, tidak bertele-tele, tidak meletakkan orang tua murid sebagai pihak yang harus diceramahi, ditausiahi, tapi pihak yang mesti diberi gambaran keseharian anak di sekolah, capaian, dan harapan serta diajak untuk bergerak bersama. Hanya sekali-dua dia mengutip hadist Nabi, itu pun sebagai penguat, penegas, bukan sekadar pembenar.
Aku sampaikan kesimpulan itu pada Entik dalam perjalanan ke sekolah Gigih. “Biru pernah bilang, kepala sekolahnya yang sekarang memang cerdas…” katanya.

Tuesday, December 16, 2014

Gitar Pertama, Gitar Kegigihan (2)


JUMAT, 12 Desember, pagi ketika hendak berangkat sekolah, Gigih teriak pada ibunya, “Eh, Buk, hari ini Bapak ulang tahun kan?”
“Iya. Kamu udah ngucapin selamat belum?”
Gigih bergegas masuk kamar dan menemuiku yang sedang menyunting tulisan untuk majalah Kabar Kadin. Kukira akan mengucapkan selamat dan cium pipi, ternyata: “Pak, kita beli gitar nanti siang kan?”
“Wah, nggak ngasih hadiah kok malah nagih?”
“Ya, kan Bapak utang hadiah sama aku. Beli gitar dulu…”
Usai jumatan, aku tidur. Saat bangun sore, Gigih sedang main bola bersama teman-temannya. Saat itulah aku bersepeda ke ATM terdekat, mengambil rezeki yang datang tepat pada waktunya. Petang, ketika hendak mandi, Gigih bertanya, “Gramedia buka sampai jam berapa ya, Pak?”
“Sembilan malam. Tapi sebaiknya besok pagi aja biar nggak buru-buru.”
“Ya wislah…”
Malam, agar Gigih tenteram, kuserahkan “uang tabungan” itu dalam amplop. Dia menerima dengan senang. “Eh, tapi aku hitung dulu, siapa tahu kurang…” katanya seraya mengeluarkan pecahan Rp 50.000 itu dari amplop dan menghitungnya dengan cermat. “Yes, pas!” Kemudian dia mengambil spidol dan menulisi amplop itu:
                                   
                                                Nama: Gigih Arung Bumi
                                                Uang: 1.400.000
                                                Untuk membeli: Gitar
                                                Merek: Legacy
                                                Warna: Hitam merah
ESOKNYA, Sabtu 13 Desember, berdua saja kami berangkat. Entik tak turut karena hari ulang tahunku sudah lewat, Biru tak ikut karena sekolah. Kami sepakat: berangkat naik bis dan angkot, pulang naik taksi. “Ujian” kesabaran terjadi saat menunggu bis yang memang kian langka. Hampir satu jam kami berdiri di pinggir jalan, baru ada satu bis yang lewat. Selama menunggu itu, tampak Gigih berusaha menyembunyikan gelisah. Hebat betul dia. 
“Kita duhuran dulu aja ya, Cung… biar tenang, nggak punya tanggungan,” kataku saat kami sampai di Java Supermall. 
“Okeh!”
Usai sholat, kami ke Toko Buku Gramedia di lantai III. Ternyata, tak ada gitar hitam-merah merek Legacy. “Ke Gramedia Pandanaran aja, Pak…” kata Gigih. Dan kami pun bergegas keluar mal, menyeberang ke tempat angkot ngetem. Untung ada yang langsung jalan. 
Sampai di tujuan, Gigih nanar mencari gitar yang “pernah dia peluk” delapan bulan lalu. Ternyata, tak ada juga. Dia amati lagi deretan gitar itu, mencari pengganti. “Itu Pak, yang hitam-putih itu, bentuk dan mereknya sama,” katanya.
Betul. Hanya beda di merah-putih dan… harga! Dulu diskon 30%, sekarang 25%. Tidak turun, jatuhnya malah naik. Dulu Rp 1.386.000, sekarang Rp 1.485.000. Aku minta pelayan toko mengambilkan gitar itu agar Gigih bisa memeriksa dan mencobanya.
“O ya, Mas, gitarnya bisa disambungin ke sound kan?”
“Bisa, Pak!”
Gigih menukas, “Jangan Pak, nanti orang-orang pada denger.”
“Ya nggak papa, nanti kan pada takjub.” 
Dia tersenyum dan mulai memainkan intro lagu “Bongkar” yang sedang dia suka. Orang-orang yang lewat dan mendengar lagu itu segera mencari lewat pandangan siapa yang main gitar. Agak susah, karena Gigih imut dan duduk di kursi dekat piano. 
“Udah? Mantap pilih yang ini?”
Gigih mengangguk.
“Tapi uangnya nggak cukup lagi.”
“Bapak nambahi to, kan cuma kurang 85 ribu…” 
Di kasir, Gigih menyerahkan uang dalam amplop tertutup itu. 
“Beli dengan tabungan sendiri ya? Pinter banget…” kata Mbak Kasir. 
“Sang gitaris” tersenyum bangga. “Aku aja yang bawa, Pak,” katanya meminta gitar yang baru saja aku terima dari penjaga toko. Maka dari Toko Buku Gramedia ke depan Masjid Baiturrahman, tempat ngetem taksi, Gigih berjalan dengan gitar di punggung. Gitar pertamanya, gitar lambang kegigihannnya.

Air Mata Yang Tersisa

Ketika debur ombak memecah karang…
Mengikis dan melukai…
Perlahan tetapi pasti…
Mengubah yang kokoh menjadi serpihan perih…

Ketika pohon menjadi tua…
Sudah dipupuk dari biji menjadi kokoh dan dewasa…
Namun ada masanya…
Dia akan menjadi renta…
Melepaskan akar-akarnya…
Menumbangkan dirinya hingga tak berdaya…
Dan dia…
Tak lagi bisa meneduhkanmu karena sudah tak bernyawa…

Masihkah tersisa air mata?
HABIS…
Sudah habis…
Hanya kesunyian…
Sepi…
Pedih dan lirih

I.P / 2015
*Sebuah puisi untuk sahabat

Akses Cepat Dan Fasilitas Memadai Di Tune Hotel Bekasi

Sebagai salah satu penghuni kota Bekasi, kawasan ini memang berkembang sangat pesat sebagai salah satu kota penyokong ibukota Jakarta. Semakin banyaknya pusat perbelanjaan, pusat bisnis, gedung pemerintahan, rumah, sakit, apartemen, perumahan dan hotel serta di dukung dengan pertumbuhan jalan raya dan sarana transportasi yang cukup memadai, membuat banyak orang mengunjungi Bekasi baik untuk perjalanan bisnis maupun berwisata.
Hal ini didukung juga dengan tumbuhnya berbagai fasilitas, mulai dari transportasi hingga akomodasi yang bervariasi dan dapat memberikan kenyamanan tersendiri. Salah satu akomodasi yang menjadi primadona adalah Tune Hotel Bekasi. Seperti yang kita tahu, jaringan hotel Tune memang sudah tersebar dimana-mana, dan konsumen dimanjakan dengan mudahnya menemukan dan mengakses mereka dari berbagai layanan, khususnya layanan online.
Kerjasama pihak Hotel Tune dan jasa layanan OTA memang terbukti mendorong kemajuan bagi kedua belah pihak. Dari segi distribusi, Hotel Tune menjadi lebih mudah ditemukan dan diakses oleh konsumen, sedangkan dari segi layanan OTA, seperti Traveloka.com, Tiket atau Agoda tentunya akan lebih mengembangkan bisnis mereka ke depannya.
Bersambung........

https://faldomaldini.files.wordpress.com/2010/10/alone-with-god.jpgBayangkan seorang mahasiswa yang berada di ujung perjuangan proses penyelesaian pendidikannya.
Ia yang akan menyelesaikan studinya di kampus yang telah mendidiknya. Semua saudara dan sanak family pun hadir turut menghantarnya, terlebih kedua orang tua nya yang hadir dengan penuh bahagia.
Linang air mata, degup dan detak jantung di dada, senyum membuncah serta bulu roma yang tegak memberi rasa yang berbeda. Sangat berbeda!
Mahasiswa itu kemudian berdiri tegap tatkala namanya dipanggil, Ia berjalan dengan gagahnya ketika seluruh mata pun tertuju padanya. Seorang sarjana, insan intelektual harapan dunia.
Namun, tatkala Ia telah menerima sertifikat kelulusan, Ia pun termengu dan berpikir…
Apakah ini yang saya kejar ? Apakah dengan ini saya bisa hidup ? Mau dibawa kemana hidup saya ?
Serta merta Ia langsung melempar ijazahnya dan menangis sejadi-jadinya.. berlari menyungkur.. menghadap Tuhan nya..
Dari sini Ia pun belajar,.. untuk lebih memahami makna hidupnya…
Dan inilah tuntunan cara memaknai hidup,,,
1. Memahami Tujuan Hidup
Tujuan hidup kita adalah hanya untuk AllahSWT, bukan untuk apa-apa yang tertulis di Q.S Ali-Imran : 14.
a. Kurangi Maksiat
Hendaklah memiliki target meniadakan kemaksiatan dalam diri kita. Berhati-hatilah terhadap kemaksiatan. ! Dalam buku Ibnu Qayyim dibahas secara jelas ancaman tentang kemaksiatan. Yang paling berbahaya adalah tatkala kita telah merasa aman dari segala perbuatan maksiat kita. Kita merasa tidak ada lagi ancaman dan azab AllahSWT
b. Selamat meniti Jembatan Sirathal Mustaqim
Bayangkan bagaimana Anda bisa meniti sebuah jembatan yang memiliki lebar 1 helar rambut manusia yang dibagi 7 ?
c. Masuk ke Surga-Nya
Surga merupakan ganjaran bagi orang yang bertakwa kepada-Nya. Dan nikmat terbesar yang dapat dirasakan ummat Islam yang masuk surga adalah ketika bertemu dan memandang wajah AllahSWT. Negasi dari Surga, yakni adalah neraka, merupakan adzab dari AllahSWT.
1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia.
Dalam Q.S Al-Hujurat : 56, AllahSWT menyatakan “tak kan kuciptakan jin dan manusia selain untuk menyembah-Ku”
2. Mengerti tentang Hidup.
Hidup itu Penuh Ujian. Setiap manusia, siapapun Ia, pasti mendapatkan Ujian dalam hidupnya. Semakin berkualitas diri seseorang semakin kuat ujian yang akan Ia hadapi. Ujian yang didapatkan adalah Sunnatullah yang harus kita lalui manakala kita ingin memperbaiki kualitas diri kita. Jenis ujian dalam hidup pun ada dua:
  1. Minha – enak
  2. Mina’ – tidak enak
Bagaimana menghadapi ujian ?
  1. Jangan mengangan-angankan bertemu musuh(Ujian). RasulullahSAW melarang hal ini walaupun kita yakin sanggup menahan ujian itu.
  2. Apabila benar-benar mendapat Ujian, Bersabarlah. Jangan lari menghadapi Ujian. Sabar adalah kunci utama dalam menghadapi ujian. Innallaha ma’ashabirin.
Khususnya dalam berdakwah, ujian tidak hanya datang dari luar Islam, namun juga tantangan dari sesama muslim, antara lain:
  1. Muslim yang Kasar
  2. Munafik yang Membenci
  3. Kafir yang selalu memerangi
  4. Syetan Sang Penyesat
  5. Nafsu Mengekang
Ujian à Pembuktian apakah kita termasuk orang-orang yang benar atau tidak.
3. Memahami bahwa Hidup adalah Rahmat AllahSWT
Rahmat AllahSWT yang paling besar adalah hidayah dan petunjuk-Nya. AllahSWT juga member sebuha rahmat dengan menurunkan RasulullahSAW ke muka bumi ini.
Rezeki, kebaikan dan hal-hal yang bersifat duniawi juga merupakan Rahmat AllahSWT. Rahmat AllahSWT yang luas ini, yang diberi secara Cuma-Cuma dan AllahSWT pun tak pernah merasa kurang setelah menurunkan segala Rahmat-Nya pada manusia. Terkadang aneh jika masih ada seorang mukmin yang tahu makna hidupnya, malah berputus asa.
Rahmat AllahSWT sangatlah besar. Apa yang menyebabkan kita untuk berputus asa dari rahmat-Nya ?
Cukup AllahSWT penolong kita ! Hasbunallah

Penyebab dan Penanganan Kanker Yang Tepat

Sengaja ngumpulin kulwit pakar #FoodCombining Erikar Lebang seputar Kanker. Walau ditulisan sebelumnya sempat saya lampirkan tentang #KibulanKanker
deaedensor.blogspot/kankertidakseseramhantu.com


Masih dan sering penyakit ini dianggap begitu rumit, seram menakutkan, sehingga penyebab sebenarnya lepas dilihat yang berakibat penanganan yang keliru.

Dari beberapa kulwit ini bisa kita lihat ternyata ga rumit kok... asal mau membuka wawasan dan berpola pikir terbuka...


Yuk, simak perlahan kulwit-kulwit ini :

Dea Edensor published a note.
August 11, 2014 at 2:23pm ·

"Pencetus Kanker?! Kontrol Gaya Hidup"
By @erikarlebang

Ini nonton acara kesehatan, lihat dokternya mendefinisikan kanker. Ironis banget, kalimat pertama yang keluar genetik! Tuhan disalahkan"

Balik bicara kanker, kebetulan tadi dokternya sendiri sudah mengatakan, "kanker gak bisa didaulat punya penyebab hanya satu" Ini rada bener"

Penyebab kanker itu seharusnya bersifat akumulatif. Dan harus muncul secara TSM (terstruktur, sistematis dan massive) #eh lho ini sidang MK?"

Ngga ding, beneran. Sel kanker harus berjumlah miliaran-triliunan dalam tubuh manusia dan saling terkoordinasi untuk bisa merusak kesehatan"

Nah ketauan kan? Bahwa sel kanker yang berjumlah segitu, gak mungkin muncul dalam hitungan singkat hari, minggu atau bulan bahkan tahun"

Mengacu lagi pada temuan Prof Kazuo Murakami, seorang profesor dari universitas Vanderbilt, US. Yang berjasa memetakan kode genetika manusia"

Ia berjasa menguraikan kode genetik enzim 'renin', yang membuat pemahaman akan problem tekanan darah tinggi menjadi jauh lebih baik"

Ia pun menemukan hal terkait kanker yang sangat menarik, sel kanker itu secara genetika membutuhkan semacam pengaktif, "tombol on-off'"

Apa pengaktifnya? Dalam penelitiannya menemukan bahwa gaya hidup, faktor psikologis sebagai pemicu potensial. Ia sangat tertarik pola makan"

Yang menarik lagi ia mengatakan secara genetika kelemahan itu memang ada, ada yang lemah dan ada yang sangat kuat, tapi tetap butuh pemicu"

Bicara pemicu, Dr. Otto Heinrich Warburg tahun 1931 sudah dianugerahi nobel untuk penemuannya terkait metabolisme dan respirasi sel kanker"

Salah satu sifat spesifik sel kanker yang ia temukan, kebutuhan sel kanker akan PH darah cenderung asam untuk hidup serta berkembang biak"

Ini sebenarnya signal kuat cara mengalahkan atau setidaknya mengendalikan sel kanker. Kalau mau di-switch off atau dibuat tidak berdaya"

Saya pernah membuat kultwit, kenapa temuan Dr. Warburg ini diacuhkan dunia kesehatan konvensional, mungkin bisa dibaca untuk yang memerlukan"

Bicara PH darah cenderung asam, tentu saja faktor gaya hidup adalah pembicaraan utama. Sila mengacu pada kultwit dan edukasi saya selama ini"

Kalau ini ditindak lanjuti lebih jauh, saya kira faktor genetik yang menjadi faktor kanker pertama diucap oleh dokter tadi, bisa dienyahkan"

Kita harus mengkoreksi pola hidup dan menjauhkan faktor pemicu. Semisal, mengurangi pola makan pembentuk PH asam, agar tidak ubah sifat sel"

Sehingga gen yang lemah dan mudah terpicu sekalipun, tidak memiliki kesempatan untuk tubuhnya mengubah sel menjadi sel kanker"

Dari sisi lain, selain pola makan, faktor psikologis bisa jadi faktor pemicu kanker. Dr. Masashi Saito, seorang spesialis bidang anti aging"

Dokter yang berdomisili di New York ini menemukan, walau secara empiris, banyak penderita kanker yang ditemukan berkarakter empati tinggi"

Dengan kata lain ia mengatakan, seseorang yang secara psikologis banyak memikirkan orang lain, dan rentan ada dalam kondisi stress tinggi"

Lebih potensial untuk terkena kanker. Ini bisa menjadi sisi menarik, bila temuannya disikapi lebih jauh dengan logika ilmiah yang mumpuni"

Kalau sisi lain lagi, terkait gaya hidup, pernah ditengarai bahwa waktu tidur yang terganggu membuat orang juga rentan terkena kanker"

Secara logika ini masuk akal, mengingat bahwa saat tidur adalah momen dimana tubuh merestrukturisasi diri, termasuk kebugaran sel tubuh"

Jadi normal bila waktu tidur terganggu, tidak heran bila sel kanker punya kesempatan memperkuat diri atau berkembang biak lebih besar"

Apa yang disampaikan kultwit ini sekedar untuk menggeser paradigma berpikir umum yang cenderung dahulukan genetika sebagai pencetus kanker"

Yang ujung-ujungnya menyalahkan Tuhan sebagai penyebab kanker. Padahal bukan. Mau alasannya cobaan atau apapun, Tuhan gak sekejam itu"

Faktor pemicu kanker seharusnya bisa dikendalikan secara aktif oleh pemilik tubuh. Kuncinya di kontrol gaya hidup"

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Sel kanker dipicu kurang tidur? Ya udah tidur lagi deh *tarik selimut*"



Dea Edensor published a note.
August 27, 2014 at 8:06pm ·

Pasca Kanker vs Pola Makan Sehat
Kulwit By @erikarlebang


Saya akan melihatnya dari sudut pandang yang sedikit berbeda

Baru saja dapat kabar, kalau ada kenalan kami yang meninggal karena kanker. Beberapa waktu lalu, kami sempat beberapa kali bertemu beliau

Dia kepingin bertemu dan tukar pikiran sekaligus bertanya tentang kanker kepada saya. Waktu bertemu, beliau masih terlihat segar saja

Kecuali rambutnya yang habis pasca kemo, penampilannya normal, bahakan kulitnya halus kencang, lumayan untuk ukuran orang berusia 50 tahunan

Saya sempat bertanya tentang kulitnya yang terlihat halus itu, "Ini soalnya aku pas kena kanker, langsung cuma makan buah dan sayur saja"

Wah bagus dong. Logika yang pas dengan dua kultwit saya yang tadi disebut di awal. Pikir saya kondisi ini akan jauh lebih mudah lagi

Dia juga bertanya tentang manfaat #AirKangen, saya sampaikan dimana peran elemen satu ini dalam menanggulangi perkembangan sel kanker

Semua berjalan baik-baik saja. Sampai saat tiba waktunya makan siang. Dia mengajak kami yang bertandang ke rumah beliau makan menu rumahnya

Agak bingung saya waktu melihat, "lho kok menunya ayam betutu?" Selain basis utamanya protein hewani, proses masaknya yang dipanggang

Membuat sel kanker bagai mendapatkan bensin untuk bisa hidup leluasa dalam tubuh seseorang. Berkembang biak tentunya. Saya lalu bertanya

"Bukannya tante sudah makan buah dan sayur ekslusif?". Dia menggeleng, sekarang bebas. Soalnya kata dokternya, makan boleh apa saja

Nah di titik ini saya speechless, percuma rasanya bicara panjang lebar tentang hukum asam-basa, kondisi homeostasis, #airkangen dan lainnya

Kalau ahli kesehatan yang dipercaya dan punya otoritas, mengucapkan kalimat pamungkas, membuat segalanya jadi mentah kembali ke titik nol

Makanya saat mendengar kabar meninggalnya beliau, dan mengingat kejadian tadi, saya gak terlalu terkejut-terkejut amat. Sel kanker menang

Bukan dalam konteks, sel kankernya memang harus menang. Tapi lebih karena perlawanan yang ada di fase awal, mendadak berhenti dan berbalik

Tubuh yang tadinya disupport untuk 'menang' melawan sel kanker dengan dukungan pola makan yang tepat, mendadak dibalik, 'dikhianati'

Sel kankernya malah seakan diperkuat untuk berkembang biak dan merusak lewat pola makan yang diubah. Sayangnya karena advis yang salah

Advis yang mengabaikan perawatan tubuh via pola makan, dengan logika "Boleh makan apa saja, yang penting masih selera.." sangat menyesatkan

Logika ini lahir akibat paham kuratif mendominasi dunia kesehatan kita, prioritas pada: "Biarkan sakit, nanti kita carikan obatnya apa?"

Logika atasi penyakit yang di level awal, mungkin dengan konsep kuratif bisa disembuhkan, tapi dengan kondisi seperti kanker? Jelas tidak

Kanker muncul bukan dalam waktu seminggu, sebulan, setahun. Tapi belasan hingga puluhan tahun, butuh tubuh yang tepat, bagi dia untuk tumbuh

Sedihnya, perawatan konvensional kanker, justru membuat tubuh yang tepat untuk sel kanker berkembang biak itu, menjadi semakin lebih 'tepat'

Kemoterapi semisal, ia memang bisa membunuh sel kanker secara instan di tempat dimana ia sedang berkembang biak. Tapi...

Sel sehat yang ikut dirusak, reaksi penolakan tubuh terhadap 'racun' kemoterapi, turunnya daya tahan tubuh pasca kemo, punya bahaya laten

Sel kanker bisa berkembang biak di tempat lain. Karena tubuh induk dalam keadaan lemah. Diperparah lagi, pola makan penyebabnya tidak diubah

Makanya saya gak heran, kalau ada orang yang dianggap sukses menjalani terapi kanker, mendadak muncul lagi, dan lebih parah

Karena logika itu terjadi. Penderita kanker yang tahu diri dan mengubah pola hidupnya secara benar, memang tidak bisa dijamin 100% sembuh

Tapi paling tidak, dia bisa menguasai dirinya lebih baik. Dia tidak mengkhianati tubuh dengan memfasilitasi sel kanker merusak dirinya

Dia juga setidaknya terhindar dari kondisi terpuruk, harus menjalani terapi konvensional begitu saja tanpa ada upaya perbaikan diri

Melakukan kemoterapi, tapi menjaga pola makan dengan hanya mengkonsumsi buah, sayuran segar serta air putih akan menghasilkan efek berbeda

Dengan penderita kanker yang menjalani terapi konvensional, pasca kemoterapi diberi makan bubur, protein hewani proses dan segelas susu

Bahkan menu yang sepintas terlihat sehat ini, tetap masih seperti pupuk yang menyuburkan lahan tubuh bagi sel kanker pic.twitter.com/yHgPZkn5as


Walau diembeli disiapkan dengan higienis, cermat, dibarengi ilmu gizi terukur, tapi konsepnya sudah kuno untuk kanker pic.twitter.com/L3fyfoCCwx


Jadi kembali, ubah konsep pemahaman makan sehat secara radikal. Jangan mau kalah radikal dengan sifat sel kanker. Mandiri cari ilmu sendiri

Pergunakan akal sehat tentunya, mana yang masuk akal, mana yang cuma hoax. Lalu niatkan diri untuk melakukan dengan benar

Demikian kibulan ini suka sukur, gak suka unfollow. Makan apa saja yang penting masih selera? Coba tanya temen sebelah, mau gak dia dimakan?


Dea Edensor published a note.
October 15, 2014 at 9:28am ·

Pizza pencegah kanker?! kesehatan basisnya adalah perawatan tubuh secara holistik, menyeluruh!
By @erikarlebang

Hadeuh, ini keluar lagi omongan mencegah kanker dengan secara periodik mengkonsumsi pizza! Ngasal se-ngasal-ngasalnya yang ngomong

Dulu memang pernah ada penelitian tentang ini, tapi basisnya sekali baca aja udah bikin ketawa. Pizza mencegah kanker, karena ada oreganonya

Problemnya kalau dibaca dari arah penelitian itu, sepertinya oregano diteliti sendirian kegunaannya, bukan saat digabung ke pizza

Balik lagi ke masalah pizza...

Padahal kalau melihat pizza-nya secara general, orang awam masalah kesehatan aja, bisa bilang kalau pizza itu sebenarnya tergolong junk food

Dengan basisnya yang tepung, sudah pasti tinggi gula dan tinggi gluten. Dengan dipanggang, jelas akan banyak merangsang reaksi karsinogenik

Belum isi topingnya yang bisa dijejali sosis, daging asap. Belum lapisan keju mozzarella yang sulit dicerna oleh tubuh. Pencegah kanker?

Dimakan bertahun-tahun? Efeknya gak kebalik aja udah sukur. Oregano bisa menyelamatkan pizza sebagai alat anti kanker? Itu berlebihan

Kalau Ronaldo diambil dari Portugal, lantas dimasukkan ke dalam timnas Indonesia, diikutkan ke Piala Dunia 2018, bisa juara gak kira-kira?

Cuma orang sama sekali gak kenal sama sepakbola yang bilang "bisa"! 1 Ronaldo bisa menyelamatkan 10 pemain kualitas mediocre di Piala Dunia?

Atau kalau ada yang bilang Goetze sendirian bisa membawa Jerman juara piala dunia, pasti dia juga gak paham sepakbola. Emang timnya bagus!

Nah berdasar analogi itu, logis gak kalau bilang Oregano dalam Pizza bisa menjadi penyelamat orang yang makan dari bahaya kanker?

Itu kesalahan mendasar dari konsep Food Therapy yang didasari oleh paham medis berbasis kuratif, pengobatan! Apa-apa dilihat secara parsial

Pengobatan itu dilihat bukan sebagai kesatuan utuh. Padahal kesehatan basisnya adalah perawatan tubuh secara holistik, menyeluruh!

Percuma makan oregano, biarpun kegunaannya selangit, kalau 'jagoan' itu jumlahnya cuma sejumput, tapi dikelilingi oleh 'penjahat'

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow! Gak follow bawel? Pizza pencegah kanker? Iya, tapi oreganonya sebaskom, dan dihirup!



Dea Edensor published a note.
November 21, 2014 at 8:20pm ·

Pengobatan kanker vs Pola Makan Sehat
By @erikarlebang


Yak kultwit pemakaian obat lagi nih, temen lagi cerita tentang frustasi temannya yang divonis kanker lagi, setelah 'sembuh' sekian waktu


Rekan dari teman ini dulunya penderita kanker nasofaring, kemudian setelah menjalani terapi yang melelahkan dari segala sektor, dia 'sembuh'


Untuk bisa sampai titik kata sembuh bertanda kutip tadi, rekan teman saya ini sudah melalui fase yang menurut dia "amit-amit banget deh"


Dia 'setengah mati' berusaha menjaga pola hidupnya, supaya kanker itu terjauhi dan gak kembali. Kelewat hati-hati kalau kata beberapa teman


Bisa kebayang betapa frustasinya dia, saat cek kesehatan rutin, ditengarai sel kanker kembali muncul, kini di tulangnya. Dunia serasa kiamat


Dia bingung mau marah ke siapa? Tim dokternya? Keluarganya? Teman? Ujung-ujungnya sih Tuhan, "kenapa saya?" lalu keluarga, di sisi genetika


Teman saya ini lalu menanyakan pada saya kondisi ini kenapa bisa terjadi? Jawaban saya sederhana, rekonstruksi ulang gaya hidupnya


"Tapi dia udah jaga hidupnya banget, gak pernah makan yang aneh, malah sekarang strict banget" kata teman saya. Bisa jadi itu masalahnya


Apa yang mau dijaga? Apa yang harus dikonsumsi? Apa yang harus dihindari? Ini yang gelap dalam hidup penderita kanker. Teman saya terdiam


Selama dia jaga makan, apa yang sudah dilakukan? Teman saya langsung nyerocos detil, "dia cuma makan rebus-rebusan, gak makan junk food"


"Gak makan nasi lagi, diganti kentang sama roti" *mau ketawa pas denger* "dia rutin konsumsi obat yang disuruh dan herbal buat cegah kanker"


Well kalau bicara pola makan mungkin followers saya udah ngelotok kali ya? Mau di sisi kanker atau sekedar dalam menjalani keseharian


Saya mau bahas dari sisi pemakaian obat yang dianggap bisa mencegah kanker. Sejatinya obat adalah 'racun' bagi tubuh, itu poin penting awal


Semakin kuat obatnya, di sisi lain semakin kuat juga efek merusaknya bagi tubuh. Makanya mengkonsumsi obat, bagi dokter baik, gak sembarang


Biasanya dokter yang baik akan cermat memperhatikan pemberian obat bagi pasien, sebisa mungkin jumlahnya sedikit, agar tidak kontradiktif


Salah seorang sahabat saya, kini menjadi pakar kesehatan gara-gara suaminya kena problem liver, diberi obat bejibun untuk atasi masalah itu


Logika dasarnya mengingatkan, "saat obat masuk, liver itu kerja keras, lah kok ini sudah livernya bermasalah, malah obatnya ditambah?"


Dia hentikan obat itu semua, sambil di sisi lain ia mempelajari pola makan sehat dan logika kerja tubuh. Walhasil suaminya sehat bugar lagi


Nah kembali ke masalah kanker ini, rasa frustasi rekan teman saya sebenarnya bisa diantisipasi kalau dia tau logika dasar lain dari kanker


Dr. Otto Heinrich Warburg dalam temuannya yang diganjar nobel tahun 31, dapatkan satu poin penting terkait kanker, sangat penting sebenarnya


"Dari sisi PH, sel kanker itu memiliki sifat asam, sementara sel sehat punya sifat basa". Di samping makanan, terkait obat, ini kena banget


Kembali ke hukum dasar, "obat sejatinya adalah racun", secara alamiah tubuh akan menyikapi obat sebagai pembentuk PH darah yang juga asam


Konsumsi obat berkepanjangan akan membuat karakter PH darah tubuh cenderung asam, tubuh mati-matian jaga supaya PH-nya netral (Homeostasis)


Jadi kalau sang rekan teman ini berusaha mencegah kankernya dengan rutin konsumsi obat, mau normal, mau herbal, sebenarnya kontraproduktif


Mau iming-iming obatnya sehebat apapun, sekuat apapun, secara hal yang lebih fundamental, PH darah tubuhnya jadi bergerak ke titik asam


Bila itu terjadi, otomatis sifat sel tubuhnya juga akan ada dalam kecenderungan yang sama. Sel kanker mudah sekali hidup berkembang disana


Inget aja Prof. Kazuo Murakami, ahli genetika dunia, "Sel kanker itu potensinya ada di semua sel, tinggal saklarnya aja di-on atau off?"


Nah sangat masuk akal bila konsumsi obat berkepanjangan, ya masuk dalam kategori meng-on-kan saklar kanker dalam sel tubuh manusia


Kenapa kita terbiasa minum obat untuk mengatasi masalah penyakit? Karena dari kecil, kita dididik untuk begitu dalam menjaga kesehatan


"Saat flu, minum obat pilek", "Saat batuk, ya obat batuk", "Sakit lambung, minum antasida". Begitu doktrinnya. Merawat kesehatan=minum obat


Jarang sekali ada informasi bahwa minum obat itu memiliki resiko jangka panjang. Dalam beberapa kasus bahkan jangka pendek sudah terasa


Ada gak yang pernah cerita minum antasida untuk mencegah asam lambung berlebih itu punya efek menakutkan secara jangka panjang? Gak ada


Buktinya antasida ada dalam level atas daftar obat paling laku sepanjang jaman. Gak ada yang cerita efek membasakan lambung semena-mena apa?


Mulai dari terganggunya serapan mineral penting, rusaknya harmoni dalam lambung, mudah terkikisnya membran pelindung dan masih banyak lagi


Gak ada juga yang sadar, bahwa minum obat antasida berkepanjangan itu gak pernah benar-benar menyembuhkan sakit lambung, dianggap normal


Kalau pun nanti lambungnya berluka permanen yang parah hingga jadi kanker, tulangnya osteoporosis, apa pernah ada tinjauan kebiasaan ini?


Jarang sekali! Biasanya langsung nembak, penyebabnya apa? Paling sering sih genetik. Paling gampang nyalahin Tuhan, karena gak pernah protes


Edukasi pemakaian obat yang tepat, itu kunci kalau mau sehat. Prioritas utama, jaga kesehatan. Pergunakan logika bodoh ini, jaga rumah Anda


Jangan sampai kebakaran. Kalaupun kena musibah, walau kecil kemungkinan, saat terjadi baru panggil pemadam kebakaran, siram tuh rumah


Jangan untuk mencegah kebakaran, rumahnya sering-sering disiram sama mobil pemadam kebakaran. Penghuni rumahnya pilek melulu, yang ada


Pergunakan obat sebagai jalan keluar darurat. Di awal jagalah pola hidup, jaga pola makan. Tapi jangan asal jaga, cari cara yang benar


Demikian kultwit ini, suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Takut sakit jadi makan obat terus? Ganti selai roti Anda dengan salep


Dea Edensor published a note.
February 8 at 11:36am ·

Penyebab Kanker & Penanganan yang Salah Terhadap Kanker
By @erikarlebang



Gak pernah setuju dengan konsep penderita kanker gak perlu diberitahu sakitnya agar tidak shock. Itu seperti menyapu debu ke bawah karpet

Cara membersihkan ruangan seperti itu cuma membuat efek semu. Yang nantinya saat kotoran menumpuk, akan memberikan masalah baru, lebih besar

Sama dengan penderita kanker yang tidak diberi tahu akan penyakitnya. "Biarkan mereka menikmati hidup", adalah salah satu alasannya

Alasan seperti ini sama kayak menyimpan bom waktu, yang saat meledak nanti akan membuat beban psikologis penderita makin berlipat jadinya

Minor sekali persentase penderita kanker meninggal dalam keadaan penyakitnya tidak menggerogoti kualitas hidup mereka. Mayoritas? Menderita!

Saya punya kerabat yang terserang kanker tulang, keluarga terdekat sepakat penyakit ini tidak usah diberi tahu padanya. Bahagia? Jelas tidak

Dia malah menderita luar biasa, karena tidak paham kenapa kondisi tubuhnya memburuk dari waktu ke waktu, dan rasa sakitnya menjadi-jadi

Saat akhirnya ia tahu bahwa dirinya terkena kanker. Dia shock luar biasa, karena kondisinya sudah sangat buruk. Menderita hingga wafat

Yang harus dicatat dari pertama divonis hingga meninggal, dimana mayoritas sisa hidup dijalani tanpa tahu sakit apa? Kondisinya menderita

Berarti niatan untuk membiarkan ia hidup normal tanpa tahu apa penyakitnya hingga meninggal, jelas tidak tercapai sama sekali. Ia menderita!

Dan secara mayoritas, ini yang terjadi pada penderita kanker yang kondisi sakitnya sama sekali tidak diberitahukan pada mereka. Mayoritas!

Kenapa tindakan yang tidak bijaksana ini bisa jadi sangat populer?

Karena cara dunia kesehatan konvensional menangani kanker!

Yang paling umum dari sisi ketidak tahuan, "kenapa seseorang bisa terkena kanker?". Hampir semua ahli kesehatan katakan ini urusan genetik

Padahal sudah bertubi penelitian terkini yang menemukan, kanker itu mayoritas dipicu oleh akumulasi kesalahan manusia dalam menjalani hidup

Ini salah satunya http://t.co/v1TEPMLLfj "Cancer is a preventable disease that requires major lifestyle changes” -Anand P, Kunnumakkara AB

Sudah sering saya kultwitkan cara memperbaiki pola hidup yang dimulai dari hal sederhana dan mudah, tapi malas dikerjakan, "ubah pola makan"

Logika sederhana kanker juga mayoritas tergambar dari hal sama. Sel kanker tumbuh subur di penderita yang mengkonsumsi makanan yang cocok

Berdasarkan hal tersebut, berlaku juga hal sebaliknya. Makanlah makanan yang membuat sel kanker sulit tumbuh subur. Bahkan bisa mati sendiri

Ubah pola hidup yang buat tubuh sebagai tempat "sel kanker tidak bisa hidup nyaman". Jadikan pola makan sebagai ujung tombak perubahan

Nah kalau penyakitnya gak dikasih tau, bagaimana penderitanya mau mengubah pola hidup? Boro-boro mau merubah pola makan!

Kalau dia makan setiap hari sarat protein hewani, makanan prosesan, mau muntah saat lihat sayur, lihat buah segar langsung kebayang ulat

Rutin minum susu, teh, kopi dan alkohol bertahun-tahun. Dan dia menikmati. Bagaimana cara menghentikan, kalau gak dikasih tau kena kanker?

Ada gitu manusia yang mau mendadak sontak mengubah pola makan minumnya tanpa penyebab?

Ada sih, tapi juarrraaaang banget!

Alasan lain, adalah biaya...

Gak banyak yang sadar, kalau perlakuan menghadapi kanker itu lebih mirip industri, ketimbang menghadapi penyakit http://t.co/RNwXe8PEjj

Jadi kalau gak punya uang dalam menghadapi kanker. Sering dalam banyak kesempatan secara realita, pihak terkait sudah angkat tangan duluan

Yang sakit bingung "mau bayar pake apa?" Yang menangani penyakit bingung, "bagaimana dia mau bayarnya?" Solusinya?

Ya sudah jangan beritahu

Saya pernah dateng ke satu acara di RS besar, ada satu orang penderita kanker dijadikan tema acara, karena kankernya tergolong langka

Di kesempatan itu sekalian RS-nya melaunch produk baru mereka terkait penanganan kanker. Nyambung? Ya nyambung aja sih. Pas lah momentumnya

Ironinya, penderita kanker yang dijadikan tema acara itu, gak bisa mempergunakan mesin terbaru RS itu. Kenapa? Karena dia gak mampu bayar!

Terkait kanker, itu contoh kasus klasik kondisi:

"Bagaimana saya mau bayar?" bersanding dengan "Nanti dia bayarnya bagaimana?"

Itu salah pemicu populer, kenapa penderita kanker sering sekali menjadi orang yang paling terlambat tahu, dia sakit apa?

Kanker itu terkait gaya hidup

Untuk mengatasinya, ya ubah gaya itu. Ganti yang lebih baik, dan komit pada hal tersebut!

Kalaupun memang kita tergolong 'unik', terkena kanker karena urusan genetik. Hukum sama tetap berlaku, Tuhan adil kok.

Ubah gaya hidup!

"Sel kankernya gak akan bisa hidup, di tubuh yang tidak membiakan dia hidup!"

Ingat saja hal sederhana ini, mau diketawain kayak apa juga!

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Gak masalah gak dikasih tau? Sini kerja ke saya, gak usah tau gaji!




Dea Edensor published a note.
March 29 at 1:13pm ·

Problem Kanker Usus
By @erikarlebang

Dapet berita salah satu teman lama, sekarang sedang berjuang menghadapi problem kanker usus. Kaget? Sama sekali tidak! Karena sangat tipikal

Teman ini bisa dibilang cetak biru dari apa yang selama ini saya edukasikan atau sekedar ceritakan. Dari ragam sisi, pola makan gaya hidup

Yang pasti teman ini adalah anak gym. Kalau saya selama ini cerita berdasar observasi-logika berdasar pengalaman gym 20 tahunan, dia lebih

Jaman saya belum ikutan ngegym, dia udah sekitar 3-4 tahun duluan. Waktu itu saya masih bengong liat dia minum protein shake, telan suplemen

Makan protein hewani layaknya karnivora. Bawa bekal isinya daging yang wujudnya udah gak jelas. Pastinya gak enak, wong gak pake bumbu!

Badannya sih ya jaman itu jelas bikin ngiri. Kekar dan berbentuk serta minim lapisan lemak. Keren lah.. Buat yang gak tahu kesehatan

Nah skip kenangan masa lalu, apa yang dia alami sekarang, setelah nyaris seperempat abad, tipikal banget, kanker usus besar! Ya iyalah!

Makan padat protein hewani model, minum protein shake dan konsumsi suplemen gak jelas gitu. Pasti badannya bereaksi menghasilkan masalah

Saya sudah sering cerita, betapa tubuh manusia itu tidak didisain oleh Tuhan untuk mengkonsumsi protein hewani dalam jumlah banyak, sering!

Boleh jadi protein hewani lengkap kandungan asam amino pembentuk protein yang berguna untuk membangun blok sel tubuh, tapi ada tapinya

Proses pemecahan protein hewani menjadi asam amino agar mudah dirangkai kembali oleh tubuh itu luar biasa rumit dan berat. Rentan cacat

Akhirnya saat dirangkai ulang dijadikan blok sel tubuh, bahan cacat itu buat 'revitalisasi' sel tubuh dalam keadaan juga cacat, penuh sampah

Sel kanker itu apa? Salah satu definisinya adalah sel yang punya sifat radikal dalam menyalahi siklus alaminya. Kenapa radikal? Karena cacat

Jadi kalau setelah puluhan tahun teman saya ini terkena kanker usus, ya saya gak kaget lagi. Lagipula, dia cuma satu dari 'buanyaaak' kasus

Saya beri contoh eksak aja deh. Ini contoh foto data klinis usus besar dari mereka yang menjadikan protein hewani sebagai menu utama

Ngambilnya dari data Dr. Hiromi Shinya, gastroenterolog kelas dunia, kalau gak bisa dibilang yang terbaik! 370.000 manusia 5 dekade praktek

Yang atas usus besar orang sehat, yang dibawah ya gitu deh..

Karnivora! http://t.co/BbjLktEdQD

Yang usus besar sehat, makannya apa? Gak sampe 10-15% protein hewaninya dalam menu harian, mingguan atau bulanan. http://t.co/BbjLktEdQD

To make things worst, temen saya ini punya hobi baru mengikuti tren saat ini, "(mendadak) atlet lari jarak jauh". Kok jadi lebih buruk?

Kalau larinya sekedar memenuhi kaidah latihan kardiovaskular, melatih koordinasi kerja paru dan jantung, sih gak papa. Malah bagus

Tapi konsep kardiovaskular itu cuma butuh waktu 30-60 menit aktivitas fisik, lari misal, agar kerja jantung paru stabil di level tertentu

Kalau larinya mendadak atlet? Kayak yang lagi tren sekarang? Tiap minggu ikutan lomba? Ya sebelum saya bilang jelek atau buruk, liat ini ya

Lihat gak beda gambar ini? Antara apel cantik dan apel buruk rupa. Tau bedanya dimana?

Ini yang namannya oksidasi http://t.co/X0LcZidMWT

Perusakan yang dilakukan oleh oksigen. Yang kiri saat apel baru dibelah dalam keadaan segar, satunya pasca didiamkan
http://t.co/X0LcZidMWT

Oksigen merusak? Ya itulah siklus alam. Kita sebagai mahluk hidup dihidupi oleh oksigen, tapi di sisi lain, oksigen juga 'menghabisi' kita

Oksigen 'menghabisi' sel. Membuatnya rusak. Ini yang biasa kita sebut dengan istilah 'radikal bebas'. Saat normal, ini hal biasa saja

Siklus ini yang membuat tubuh bisa membuang sel yang sudah usang untuk diganti sel baru. Di sekitar juga gitu, besi berkarat, kayu lapuk dll

Kalau gak ada siklus ini mungkin sampah dari jaman Nabi Adam sampe sekarang masih betebaran dimana-mana. Bumi penuh sesak!

Nah problemnya muncul, saat siklus ini berada diatas ambang normal. Apa yang terjadi? Yak, sel tubuh kita yang sehat pun ikutan terganggu

Tubuh sebenarnya punya penanggulangan untuk itu, dia membuat enzym superoxide dismutase, tapi ini langkah darurat. Boroskan cadangan enzim

Saat berolahraga diluar ambang batas kemampuan tubuh, ya masalah terjadi bertubi, sel tubuh rusak lebih banyak, SOD boroskan cadangan enzim

Apa yang terjadi saat sel tubuh terganggu berlebihan? Kanker? Salah satunya. Gak cuma itu. Semua struktur dan sistem tubuh rusak

Menua lebih cepat, kerusakan anatomis-fisiologis, gangguang psikologis, beragam penyakit degeneratif datang dan segudang masalah lain

Makanya bodoh luar biasa orang yang mengatakan, "Kan saya sudah olahraga, boleh makan apa saja, sudah diimbangi". Yeah right! Balance my a*s

Saya mah gak usah ngomong banyak. Apa yang terjadi dengan teman saya itu salah satu buktinya. Foto data klinis Dr. Shinya juga

Sila berasumsi, "kata si dokter anu gini" atau "kata pelatih fitnes saya juga gini". Gih sana! Mereka pernah observasi usus besar belum?

Mereka melihatnya jangka panjang gak? Kalau cuma langsing, berotot, sebulan dua bulan atau setahun dua tahun sih jangan sombong dulu!

Demikian kibulan ini. Suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Pilih jadi karnivora? Coba safari ke Afrika, saingan sama cheetah deh

Senin, 03 Agustus 2015

Fakta Seputar Protein Hewani

Tulisan kali ini berbicara seputar Fakta protein hewani yang ternyata berbahaya bagi tubuh, juga bisa menghasilkan racun apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak dan terus menerus.

Ada beberapa kutipan dari buku-buku Dr. Hiromi Shinya dan juga beberapa kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang.

Yuk baca perlahan-lahan...



Jangan Bebani Sistem Cerna dengan Konsumsi Protein Hewani Terus Menerus

Sakit "parah" adalah akumulatif kebiasaan-kebiasaan buruk jangka panjang, dia tidak datang dg begitu saja.
Sebaliknya, kesehatan juga akumulatif kebiasaan-kebiasaan baik jangka panjang.

Bicara tentang protein Hewani, dalam buku-buku Dr. Hiromi Shinya banyak sekali memaparkan ketidakbaikan konsumsi protein hewani.

Antara lain, 6 alasan asupan tinggi protein berbahaya bagi kesehatan :

1. Racun dalam daging tempat berkembang biaknya sel-sel kanker.
2. Protein menyebabkan reaksi alergi.
3. Kelebihan protein menyebabkan kerja hati dan ginjal lebih berat.
4. Konsumsi protein yang berlebihan menyebabkan defisiensi kalsium dan osteoporosis.
5. Kelebihan protein dapat menyebabkan kekurangan energi.
6. Kelebihan protein mungkin menjadi penyebab ADHD pada anak-anak.

Makanan yang ideal buat manusia sejatinya sesuai peruntukannya. Perbandingannya sekitar 85% banding 15%. 85% berupa buah-buahan, sayuran, polong-polongan, & biji-bijian. Hanya 15% hewani yang bisa dikonsumsi untuk rekreasional.

Sebagai orang yang lahir dan besar di Banjarmasin, kami adalah pencinta dan penikmat protein hewani, saya pribadi sebelum kenal FC slalu konsumsi protew dari pagi siang n malam, tidak ada sedikitpun sayuran segar. Hasilnya seperti beberapa thread yang pernah saya tulis.

Saya pribadi sekarang memang tidak pernah nyetok protein hewani jenis apapun di rumah, bukan berarti tidak lagi konsumsi, hanya sesekali konsumsi diluar rumah ketika hadir di acara-acara atau traktiran teman-teman atau kengileran seperti kemaren.

Ternyata dengan berefceh pengeluaran saya jauh lebih murah dan jauh lebih sehat.

FC tidak melarang konsumsi protew ketika dipadu padankan dg banyak sayuran segar, karena paling tidak akan meminimalisir keburukan protew. Tetapi kalo ingin tubuh lebih sehat dan ingin naik level dalam berefceh, perlahan mulai ubah kebiasaan rutin tersebut.

Berikut saya lampirkan kembali kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang mengulas tentang protein hewani ;

Gak banyak yang sadar bila makanan yang kita santap itu membutuhkan 15 hingga 48 jam untuk benar bisa melalui seluruh sistem cerna manusia

Semakin berat makanan yang kita konsumsi, semakin sulit ia dicerna baik oleh tubuh. Semisal miskin enzim, serta serat dan unsur penting lain

Karena sistem cerna manusia tergolong rumit, sangat panjang serta sangat banyak melibatkan elemen dalam prosesnya, juga alokasi energi

Berbeda dengan kebanyakan hewan karnivora semisal, yang punya waktu tidur panjang, manusia normal hanya punya sekitar 6-8 jam

Sisanya ia harus beraktivitas dimana alokasi energi tersebut tidak bisa melulu ditempatkan di sistem cerna. Itu sebabnya kita harus cermat

Bisa jadi manusia tidak didisain Tuhan untuk banyak mengkonsumsi protein hewani karena hal sama, agar sistem cerna tidak dibebani berlebih

Dari struktur gigi, ruang gerak rahang, panjang usus, elemen sistem cerna dan banyak lagi, mengindikasikan manusia harus berat ke herbivora

Itu pun buah dan sayuran dalam bentuk segar, agar manfaatnya masih sepadan dan berguna maksimal dengan kebutuhan sistem cerna manusia

Jadi mau sehat? Patuhi kodrat kita sebagai manusia. Paling tidak di sebagian besar porsinya, yang tersisa bolehlah untuk makan rekreasional

Kalau makannya rekreasional, kemudian nantinya sakit, ya jangan salahkan siapa-siapa, atau panik mengupayakan kesembuhan instan

Introspeksi dulu, benahi yang salah, sejatinya tubuh punya sistem perbaikan sendiri, bila kodratnya dipenuhi, apabila belum sangat terlambat

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow, gak follow bawel? Mau protein hewani terus? Jadi karnivora? Tidur sekandang sama macan

‪#‎KibulanSehat‬ ‪#‎ProteinHewani‬ ‪#‎FoodCombining‬ ‪#‎FoodCombiningItuGampang‬

Gambar diambil dari berbagai sumber



Food Combining bagian 5 (Protein Hewani)
By @erikarlebang

01. Banyak yang mengira protein hewani adalah unsur terpenting dalam bahan pangan terkait kelangsungan hidup manusia #foodcombining

02. Alasan ini bisa disebabkan oleh banyak sebab, dr mulai gengsi, rasa, sensasi efek rasa kenyang pasca menyantapnya #foodcombining

03. Juga pemahaman mendasar bhw protein hewani adlh sumber pembangun blok sel2 tbh terbaik. Hence identical with human growth #foodcombining

04. Pdhl (terlepas dari mslh rasa bg lidah) protein hewani tdk serta merta lbh baik dr protein nabati atau unsur makanan lain #foodcombining

05. Protein hewani hadir dengan banyak kelemahan mencolok yang sangat menyulitkan bagi kerja sistem pencernaan manusia #foodcombining

06. Kelemahan mencolok utama adalah minimnya pasokan enzyme dalam bentuk apapun bagi kehidupan manusia yang menyantapnya #foodcombining

07. Krn mayoritas protein hewani hrs dimasak matang demi menghindari beragam bakteri atau ujud renik negatif lain yg terbawa #foodcombining

08. Sementara panas tinggi mematikan segala macam bentuk enzyme yang hidup. Bahan pangan minim enzyme biasanya buruk bg tubuh #foodcombining

09. Protein hewani jg butuh proses panjang dan lama utk diurai di sistem cerna manusia, bila dikonsumsi dlm jmlh yg banyak #foodcombining

10. Proses lama tersebut tdk identik dgn rasa mengenyangkan yg lama dan panjang seperti disangkakan oleh banyak orang #foodcombining

11. Justru menyita energi kehidupan dlm jumlah besar harus dikonsetrasikan bg sistem cerna, tersita dr alokasi lain pd tubuh #foodcombining

12. Akibatnya muncul rasa lelah, kantuk, lesu, malas sebagai upaya penghematan energi oleh tubuh. Agar protein tercerna baik #foodcombining

13. Melakukan aktifitas yg rumit dan menyita energi jelas akan membuat proses cerna protein hewani terganggu kesempurnaannya #foodcombining

14. Akibatnya ia bisa tersisa tdk dlm hitungan jam utk cerna tp dlm hitungan hari. Akhirnya berubah sbg sampah tak berguna #foodcombining

15. Protein hewani dlm jumlah besar jg mengganggu pencernaan unsur lain spt karbohidrat, krn beda kerja enzyme cernanya #foodcombining

16. Enzim Amilase utk cerna karbohidrat lgsng berhenti bgt enzym pepsin utk proses protein muncul. Karbo berhenti diproses #foodcombining

17. Itulah sebab pasca konsumsi steak besar dan kentang goreng, acap timbulkan rasa kembung tdk nyaman, kantuk berlebihan #foodcombining

18. Protein hewani yg dikonsumsi dlm jumlah berlebih jg pancing rasa agresivitas negatif. Krn zat pengantar syaraf yg terpicu #foodcombining

19. Norepinefrin/Noreadrenaline adlh neurotransmitter yg bertanggung jwb thdp rasa awas, sigap, agresif bagi manusia #foodcombining

20. Tp produksi berlebihan akibat konsumsi protein hewani dlm jmlh banyak, membuat zat itu beri efek samping bagi manusia #foodcombining

21. Rasa gelisah yg tidak nyaman berkepanjangan, stress tanpa akhir walau tak bersebab, adlh contoh konkrit dr imbas negatif #foodcombining

22. Konsumsi protein berlebih yg picu norepinefrin. Contoh lain? Lihat saja hewan karnofira yg identik dgn lambang kekuatan
#foodcombining

23. Spt singa atau harimau. Walau sekilas kuat dan perkasa krn konsumsi protein hewani. Tp sbnrnya mrk rentan pasokan energi #foodcombining

24. 2/3 dari hidup harian mereka dipakai utk tidur, bukti betapa sistem cerna mrk hrs bekerja keras utk proses protein hewani #foodcombining

25. Sementara hewan yg kuat dan besar secara fisik serta hidup normal juga aktif, malah didominasi oleh pemakan tumbuhan #foodcombining

26. So msh mendewakan protein hewani sbg unsur utama-terpenting dlm asupan makanan kita? Makanlah protein hewani seperlunya #foodcombining

27. Next lesson about FC akan membuat peran protein hewani menjd tdk terlalu istimewa, so be prepared #foodcombining


usus pengkonsumsi protein hewani



Protein Hewani dan Problem Kesehatan
By @erikarlebang

Kesalahan paling mendasar dari ilmu gizi keluaran jaman penjajahan adalah protein cuma bisa didapat dari sumber hewani #kibulansehat

Akhirnya berlomba-lomba orang meninggalkan pola makan warisan nenek moyang yg sarat dgn buah-tetumbuhan serta biji-bijian #kibulansehat

Belakangan stlh muncul ragam penyakit degenerative yg baru dan kian dini diderita orang, ilmu gizi kuno itu banyak dikoreksi  #kibulansehat

Ditemukan menu penganan yg terlalu berat ke protein hewani adalah salah satu biang keladi kemunduran faktor kesehatan manusia #kibulansehat

Mulai dari asiditas PH darah, pertumbuhan sel radikal, penyakit gagal organ dan lain sebagainya, terindikasi dgn pola menu tsb #kibulansehat

Itulah sebabnya ilmu gizi modern terutama terkait dgn cabang kesehatan naturopathy umum menekankan pola makan dgn menu berbeda #kibulansehat

Buah dan tumbuhan segar serta biji-bijian yg diusahakan dikonsumsi secara natural atau diolah tepat, setidaknya minim proses #kibulansehat

Sehingga penyantapnya mendapat asupan enzim, mineral, nutrisi dan unsur yg tdh hanya lengkap tp sesuai dengan kebutuhan tubuh #kibulansehat

Di luar banyak sangkaan orang, buah, tumbuhan dan biji-bijian juga mengandung asam amino yg cukup untuk keperluan manusia #kibulansehat

Dan yg paling penting, tdk spt protein hewani, hampir tdk terdapat resistensi dr tubuh terhadap apa yg dibawa menu demikian #kibulansehat

Jd kalau Anda penggemar berat protein hewani dan sering punya problem kesehatan mengganggu dlm bentuk apapun? Ubah menu Anda! #kibulansehat

Demikian #kibulansehat kali ini. As always, gak suka? Unfollow! Kebetulan baca dan gak follow, gak usah ribet, these twits are not for you





Kulwit suhu @erikarlebang tentang kenapa protein hewani itu sebaiknya ga terlalu sering dikonsumsi...

Buat yang nanya tentang masalah protein hewani dan kaitannya dengan kesehatan tubuh. Ini ada contoh sederhana, kenapa kita harus minimalisir

Nah, lihat kaldu pada mangkuk makanan ini. Ini sup yang umum jadi makanan keseharian, kebetulan kasusnya iga sapi http://t.co/wvVDs37Ted

Dalam suhu panas tinggi, lemak ini menjadi cair dan mengambang di permukaan kaldu http://t.co/wvVDs37Ted

Saya tuangkan lemak ini ke permukaan media yang jauh lebih dingin ketimbang kaldu tadi. http://t.co/IsEE5GRA2a

Tidak butuh waktu lama, di media baru ini, lemak tadi segera mengeras menjadi substansi padat berwarna keputihan http://t.co/0aom8LZBNX

Bisa dipahami sekarang? Pahami saja tubuh kita sebagai media yang memiliki suhu jauh di bawah kuah kaldu tadi. Apa yang terjadi?

Yup. Lemak dari hewan yang memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari suhu tubuh manusia, akan mengalami hal sama, mengeras saat didalamnya

Itu sebenarnya salah satu alasan kenapa kita sebaiknya membatasi konsumsi protein hewani, terutama daging merah dan unggas

Eh ini bukan kultwit yah, cuma nemu contoh kasus aja. Jadi gak harus dikasih closing lho

Seputar Fakta Tentang Bahaya Kopi



Kali ini ngumpulin beberapa kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang seputar bahaya kopi. Ada beberapa kalimat yang terputus tapi tidak mengubah makna.

Yuk, simak pelan-pelan...

Kopi itu bagaimana sih? Buruk atau baik?

Ada beragam zat kimiawi dlm kopi yg bisa mempengaruhi metabolisme tubuh. Yg paling terkenal adalah kafein!

Ia mampu membangkitkan semangat serta kekuatan secara instan, perhatikan betapa detak jantung dan rasa awas acap muncul

Stlh minum 1-2 cangkir kopi kental. Ini yg membuat kopi mnjd sahabat setia banyak orang

Itu juga yg menjadi alasan kopi adlh sahabat setia, atlet dan binaragawan. Krn selain memberi energi ekstra, ia jg bisa 'menipu'

Membuat tubuh membakar kalori dan lemak ekstra! Jd jgn heran kalau sampai bbrp org bisa 'spt mati' apabila tdk bertemu kopi 1 hari

Sisi itu sbnrnya jg mrpkn sisi kelemahan kopi yg mencolok. Energy booster yg diberikan, sbnrnya menciptakan ketergantungan

Dan menciptakan semacam 'kelelahan akumulatif' bg bbrp organ vital tubuh. Terutama jantung!

Peminum kopi sering digambarkan sbg individu yg gelisah dan sulit berkonsentrasi secara real

Kopi jg membuat PH darah menjadi acid, akhirnya memaksa tubuh 'mencuri' kalsium dari tulang, untuk menetralkannya

Dan parahnya lg sifat diuretikal (pembuang cairan)nya membuat asupan cairan menjadi berkurang bagi tubuh

Sehingga kalsium atau mineral penting lain yg dibutuhkan tulang, jg terhambat utk diserap

Ini dasar pemikiran yg mengungkapkan bhw kopi ditenggarai sbg slh satu penyebab osteoporosis terbesar

Penelitian klinis pun membuktikan bhw kopi adlh 'musuh' bagi kehidupan hormonal wanita

Rasa sakit sblm atau sesudah menstruasi, memperparah 'hot flushed' pd era pre-menopause


Dan yg pasti, kopi adlh musuh utama bagi sistem pencernaan. Dari mulai reaksi organ2 vitalnya hingga gangguan penyerapan nutrisi

Jgn anggap kopi sbg minuman fungsional! Wajib diminum, kl gak semaput!!!
Kalaupun mau dimanipulasi layaknya atlet atau buat bikin sixpack hihi



Kopi dan Mitos Efek-nya.

#KibulanSehat by Erikar Lebang

Hari ini saya memulai aktifitas bersepeda dengan meminum beberapa teguk kopi hitam dan sebotol besar air mineral. Eksperimen? #KibulanSehat

Iseng coba konsumsi kopi hitam gelas kecil, lagipula usai ini saya akan teruskan latihan sepeda. Awalnya untuk pacu jantung #KibulanSehat

Pun hanya isi seperempat gelas kecil ini dengan kopi hitam siap saji. Sisanya air mineral. Minimalisir efek buruk #KibulanSehat.

Reaksi tubuh atas tindakan bodoh saya ini memperlihatkan, betapa sejatinya kopi bukanlah substansi yang diterima tubuh sehat #KibulanSehat

Detak jantung yang terakselerasi perlihatkan betapa buruk stimulasi yang diberi unsur kopi terhadap sensitifitas organ vital #KibulanSehat

Rasa mulasnya juga. Hanya dalam hitungan menit dan beberapa teguk, sudah mampu memicu kerja sistem cerna? Itu pertanda buruk! #KibulanSehat

Itu gejala alamiah bahwa tubuh sebenarnya terpengaruh oleh substansi yang masuk ke dalam sistem cerna. Beri signal mulas #KibulanSehat

Sayangnya signal jantung berdetak kencang dan rasa mulas ini, justru sering dianggap positif dan disalahgunakan sembarangan #KibulanSehat

Jantung yang terpacu secara abnormal, dianggap menjadi lebih sehat, membuat tubuh lebih bertenaga dan melangsingkan! Salah!!! #KibulanSehat

Rutinitas demikian bila dilakukan secara akumulatif akan merusak kualitas jantung. Secara fisikal maupun kemampuan kerjanya #KibulanSehat

Mulas pun demikian. Efek buruk ini malah dianggap sebagai tindakan pencahar yang membantu proses ‘pembuangan’ pagi hari #KibulanSehat

Akibatnya semakin banyak kopi diminum sebagai pemancing untuk mengatasi sembelit. Ini kerugian berganda dari banyak sisi!!! #KibulanSehat

Pertama, sembelit menunjukkan kesalah fatal pada pola makan. Kopi untuk mengatasi sembelit seperti minum air laut untuk haus #KibulanSehat

Haus hilang sesaat setelah itu kondisinya kian memburuk. Bukannya perbaiki pola makan, kopi justru tambah beban sistem cerna #KibulanSehat

Yang berujung pada kerusakan organ vital sistem cerna dari ujung ke ujung. Dari lambung menyusur terus hingga ke usus besar #KibulanSehat

Tapi sejatinya secara general Anda sedang memulai pengrusakan tubuh perlahan atau cepat, tergantung berapa level kecanduan? #KibulanSehat

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka ngapain follow? Eh, ma’ap BBM ngadat, jadi kibulan tersendat *ngeles jadi gak closing*


Hubungan Antara Nyeri Lutut dan Kopi.

#KibulanAir by Erikar Lebang

Kondisi yang membuat lututnya berada dalam posisi over extension, cedera umum. Lalu ia katakan dipakai berjalan, ngilu hilang #KibulanAir

Ia berharap saya memberi tips singkat untuk mengatasi masalah itu. Instead, saya malah bertanya yang jauh dari substansi cerita #KibulanAir

Bude seberapa sering minum kopi setiap hari? Ia membelalakan mata, lalu tersipu. Ia lalu mengaku sebagai penggila kopi #KibulanAir

Jawaban saya selanjutnya adalah “selama bude rutin minum kopi, problem itu tidak akan hilang, malah akan bertambah kemana-mana” #KibulanAir

Saat ditanya lebih lanjut. Dia baru sadar bahwa sebelumnya problem ngilu itu sudah dirasakan. Hanya pasca cedera, memburuk #KibulanAir

Intinya, problem yang dialami oleh beliau sangat spesifik dan umum di areal sendi, nyeri yang hilang saat dipakai bergerak #KibulanAir

Di sendi ada kantung yang memproduksi cairan pelumas, synovial, fungsinya mirip dengan oli pelumas pada engsel pintu #KibulanAir

Bedanya kecanggihan produk Tuhan adalah, pelumas itu diproduksi sendiri oleh si kantung, bila ia mendapatkan stimulasi gerak #KibulanAir

Sejauh ini saya belum menemukan engsel pintu yang bisa melumasi dirinya sendiri. Makanya canggihan punya Tuhan #KibulanAir

Problemnya adalah, dalam keadaan normal. Anda tidak perlu gerakkan sendi berlebih untuk mengeluarkan cairan synovial #KibulanAir

Anda cukup menekuk atau meluruskan sendi, cairan itu akan keluar sendiri dalam jumlah yang cukup untuk melumasi #KibulanAir

Tapi kenapa bude saya perlu gerakan repetitif yang bersifat ekstrim seperti ‘berjalan’ hingga membuat lututnya terlumasi? #KibulanAir

Sederhana! Beliau alami kondisi kekurangan cadangan cairan yang bisa diproduksi sebagai pelumas tersebut. Dehidrasi tanpa sadar #KibulanAir

Salah satu efek buruk kopi adalah sifat diuretiknya, menguras cairan tubuh, hingga tiga kali lipat kuantitas kopi yang masuk #KibulanAir

Minum secangkir kopi membutuhkan tiga cangkir air putih pengganti. Itu baru masuk pada level netral, belum mencukupi kebutuhan #KibulanAir

Katakanlah secangkir kopi ada di kisaran 150 ml. Sedikit? Memang. Tapi ingat kompensasi tubuh adalah kehilangan 450 ml cairan #KibulanAir

Saya asumsikan bude ini minum 3 cangkir sehari, walau saudaranya menertawakan, berarti lebih, kalikan agar dapat jumlah keluar #KibulanAir

Berarti bude saya berpotensi kehilangan 1.2 liter cairan perhari. Lebih buruk lagi, ia sering tidak minum air putih, tapi teh #KibulanAir

Sederhana bukan? Bagaimana cairan synovial sendinya cukup untuk lumasi? Kalau bahan baku pembuatnya saja konstan minus tiap hari #KibulanAir

It’s very simple. Batasi pemicu diuretik negatif bagi tubuh, teh-kopi-alkohol, bila ingin cairan tubuh cukup #KibulanAir

Jangan pernah sepelekan kehilangan cairan tubuh. Kerusakan organ, system tubuh mandek, malfungsi sel, sering identik dehidrasi #KibulanAir

Batasi kopi-teh sehari sekali. Itupun di usia tertentu, sudah sangat buruk. Seminggu 2-3 kali lebih baik. Dicoret habis? Ideal! #KibulanAir

Minum air putih minimal 3 liter perhari. Kualitas air perhatikan! Saya sekarang minum #AirKangen, sebagai opsi semisal #KibulanAir

Demikian kibulan pagi ini. Suka? Sukur! Gak suka, unfollow! Gak follow-berisik? Coba minum kopi setiap hari. Tapi minumnya satu ember!



Minggu, 02 Agustus 2015

Cara Sehat Untuk Berikan Tubuh Kebutuhan Cairan

Cara Sehat Untuk Berikan Tubuh Kebutuhan Cairan #KibulanAir


Tubuh hanya perlu air putih berkualitas, karena tubuh kehilangan cairan saat konsumsi teh, kopi, alcohol, susu dan minuman berwarna lainnya.

Minumlah air putih minimal 2.5 - 3 liter per hari, jangan menunggu haus karena kekurangan air bencana bagi tubuh. Beri jeda antara waktu sebelum dan sesudah makan untuk minum, memasukkan banyak air saat makan akan mengganggu kerja system cerna.

Menurut Dr. Hiromi Shinya, air yang baik adalah ; air yang jernih, bersih, bersifat basa, banyak mineral dan berkekuatan reduksi besar yang tidak terpolusi oleh zat-zat kimia. Beliau juga mempunyai kebiasaan konsumsi air putih di pagi hari dan 1 jam sebelum maksi & makmal. Karena ada waktu yang baik untuk makan, ada juga waktu yang baik untuk minum

Berikut saya lampirkan kulwit pakar Food Combining Erikar Lebang tentang Air ;

Bicara tentang menghidrasi tubuh yuk. Kebanyakan orang yang memfollow saya baru sadar kalau pola hidup mereka terkait makan itu buruk

Disamping makan buruk, kita juga sering tidak minum benar. Banyak yang tahu 70% tubuh kita terdiri dari air. Tapi apa peduli? #KibulanAir

Bahkan banyak yang berpendapat minum memenuhi kebutuhan 70% itu sebagai tindakan bodoh. Meracuni tubuh. Tindakan berlebihan #KibulanAir

Bahkan jargon 2.5 liter sehari, juga dianggap berlebihan. Padahal, itu cuma penuhi kebutuhan standar. Momen khusus, butuh lebih! #KibulanAir

Hal itu sudah sering saya bahas. Kini giliran cara memberi tubuh kebutuhan akan cairan, bahasa kerennya, menghidrasi tubuh #KibulanAir

Ada 3 cara yang sehat untuk berikan tubuh kebutuhan cairan. 1. Air putih berkualitas 2. Jus buah buatan sendiri 3. Jus sayuran #KibulanAir

Air putih berkualitas, memberi Anda kebutuhan akan cairan yang bisa menghidrasi tubuh secara maksimal. Sel tubuh menjadi sehat #KibulanAir

Daya tahan tubuh kuat, proses metabolisme lancar, sistem syaraf sempurna. Air berkualitas beri tubuh PH netral cenderung basa #KibulanAir

Kualitas hidup Anda meningkat secara anatomis-fisiologis-psikologis! Untuk itu bagaimanakah kriteria untuk air berkualitas? #KibulanAir

Tentu saja, air itu harus bebas bakteri. Setelah itu baru masuk wilayah agak sedikit teknis. Air harus bersifat cenderung basa #KibulanAir

Sifat basa memungkinkan air melenyapkan PH asam yang ada dalam tubuh terkait pola hidup buruk dan lingkungan tidak ideal #KibulanAir

PH ideal air berkualitas berkisar antara 8.5 - 9.5 sifat cenderung basa (perbandingan air mineral kemasan rata-rata ber PH 7.0) #KibulanAir

Menggabungkannya dengan pola makan sehat, air berkualitas akan membuat tubuh kuat, sehat, bahkan mampu menyembuhkan diri sendiri #KibulanAir

Anda bisa membasakan air sehari-hari dengan mempergunakan air mineral kemasan berPH 7.0 lalu diberi perasan atau irisan lemon #KibulanAir

Namun jaga agar irisan lemon tersebut selalu segar, tidak membusuk. Tindakan ini bisa naikkan PH air jadi sedikit bersifat basa #KibulanAir

Saya pribadi mempergunakan air basa ber PH 9.5 yang dikeluarkan oleh mesin #AirKangen. Yang sifatnya identik mata air alami #KibulanAir

Ada beberapa teknik lain seperti mempergunakan air suling yang ditetesi H2O2 atau ClO2, bubuk sayuran hijau tapi tergolong rumit #KibulanAir

Kedua mempergunakan jus buah, seperti kita tahu buah memberikan pasokan enzym, mineral, vitamin, air dan serat yang mudah cerna #KibulanAir

Buah juga beri kalori yang lumayan baik, karena kandungan fruktosanya. Mudah serap dan cenderung tidak memberatkan tubuh #KibulanAir

Namun jus buah harus diperhatikan kondisinya. Segar, kandungan gula berdasarkan tingkat kematangan dan tata tertib konsumsinya #KibulanAir

Selanjutnya jus sayuran. Ini lebih rumit sedikit dari jus buah. Karena rasa dan teksturnya cenderung agak berbeda #KibulanAir

Karena rasanya tidak semanis buah, biasanya jus sayur membutuhkan sedikit substansi tambahan (tetap natural) untuk memberi rasa #KibulanAir

Seperti sesendok teh madu murni, untuk memaniskan. Perasan lemon untuk hilangkan bau khas sayuran. Beberapa gunakan jahe #KibulanAir

Yang pasti hindari substansi buatan pemberi rasa pada jus sayur juga buah. Gula dalam bentuk apapun, turunan susu dan lainnya #KibulanAir

Since it’s less watery, pastikan jus sayur terbantu terhidrasi dengan menambah sedikit air berkualitas, tapi jangan kebanyakan #KibulanAir

Pastikan pembuat jus buah dan sayur Anda adalah alat berkualitas. Bisa blender, bisa juicer. Hindari putaran tinggi beri panas #KibulanAir

Komposisi penghidrasi tubuh harus tepat. 70% air putih berkualitas, sisanya bisa jus buah atau sayur. Jus buah baiknya pagi hari #KibulanAir

Demikian kibulan ini. Suka bagus! Gak suka unfollow! Gak follow bawel? Hidrasi tubuh Anda dengan air aki!

Sorry ada yang ketinggalan

Jangan menempatkan teh, kopi, alkohol, susu, sirup, soda atau cairan rekreasional lain sebagai alat penghidrasi tubuh #KibulanAir

#KibulanSehat #KibulanAir

Jumat, 31 Juli 2015

Ada Apa Dengan Enzym dan Kualitas Hidup

Ada Apa Dengan Enzym dan Kualitas Hidup??

Mari kita bicara tentang Enzym, ini penting karna ada orang yang terlihat kuat & sehat padahal pola makannya ngaco, ini bisa jadi cadangan enzymnya banyak tapi sangat terkuras yg efeknya pas tua akan sangat menderita...
Cara hidup yang tidak menguras enzim ajaib merupakan cara hidup sehat dan berumur panjang.

Suka dg kalimat ini... mari kita ulas beberapa kalimat dari Dr. Hiromi Shinya. Bukan menafikan bahwa mati itu pasti, tetapi memandang dari sudut kesehatan berbasis wawasan.

Kebiasaan hidup yang tepat, kita manusia dapat menggunakan jatah umur dari Tuhan semaksimal mungkin, tanpa jatuh sakit. Hidup Sehat Berkualitas.

Enzim adalah nama umum untuk katalis protein yang dibentuk didalam sel makhluk hidup, yang vital untuk seluruh aktivitas kehidupan dan untuk mempertahankan kehidupan.

Enzim bekerja saat benih tumbuhan bertunas dan tumbuh tinggi, juga tubuh mencerna dan menyerap makanan yang kita makan. Bahkan kita bisa menggerakkan tangan dan berpikir macam-macam, semuanya berkat kinerja enzim.

Dr. Shinya berasumsi bahwa ribuan jenis enzim bukan dibuat sendiri-sendiri, melainkan enzim prototipe dibuat lebih duluan, lalu diubah menjadi enzim spesifik dan difungsikan sesuai kebutuhan.
Beliaupun menamai enzim prototipe yang menjadi bermacam-macam enzim tubuh tersebut "enzim ajaib".

Kekurangan enzim yang dibutuhkan akan membuat orang mudah jatuh sakit. Pola makan dan kebiasaan hidup yang tidak sehatlah penyebabnya.

Banyak orang yang mengkonsumsi jenis-jenis makanan yang menguras enzim ajaib dg mempercayai khasiatnya bagi tubuh. Padahal kenyataannya makanan-makanan tersebut malah membuat tubuh menjadi mudah sakit.
Contoh : susu dan produk olahannya, protein hewani, margarin, beras putih, dll... ini sebagian contoh kekeliruan orang-orang pada pengetahuan yang lazim saat ini.

Mencegah terkurasnya enzim saja belum cukup. Kita juga perlu memperbanyak dan mengaktifkan "enzim ajaib.

Kita perlu mengkonsumsi bahan pembuat enzim yaitu "makanan hidup yang banyak mengandung enzim.
Dan, untuk memperbanyak pembentukan enzim oleh bakteri asli dalam tubuh, kita perlu memperbaiki lingkungan usus. Misalnya dengan memperbaiki kebiasaan hidup, kita bisa menaikkan tingkat keaktifan enzim.

Kita hidup sebagai kumpulan bentuk kehidupan yang tak berhingga banyaknya.
Enzim, mikroorganisme (termasuk bakteri dalam usus), dan gen, apabila berkomunikasi dengan lancar, maka sistem kekebalan berfungsi secara sempurna sehingga kesehatan tubuh akan terpelihara. Dan "air" lah yang memegang peranan besar untuk memungkinkan komunikasi segitiga tersebut.
Air menempati 60 - 70 % tubuh manusia.

5 aliran yang menjalankan peran besar dalam komunikasi tubuh; aliran darah & getah bening, aliran pencernaan, aliran urine, aliran udara, dan aliran ki (chi atau tenaga dalam).

Tubuh anda merupakan milik anda, dan sekaligus bukan hanya kepunyaan anda sendiri.
Sadarilah, ada kehidupan tak terhingga jumlahnya yang bekerja sama untuk melindungi kehidupan anda.

Kemudian, bersyukurlah dan berbaikhatilah atas tubuh anda, organ dalam, tiap-tiap sel, dan pada bakteri yang bekerja dalam usus. Maka mudah-mudahan dengan sendirinya anda menahan diri dari Perbuatan Buruk bagi Tubuh Anda.

7 kunci hidup sehat ala Dr. Shinya, mencegah terkurasnya enzim, meningkatkan dan mengaktifkan enzim, serta sekaligus memperbaiki "lima aliran" yang bertalian erat dg sistem kekebalan tubuh.

1. Pola makan yang benar
2. Air yang baik
3. Pembuangan yang benar
4. Pernapasan yang benar
5. Olahraga secukupnya
6. Istirahat dan tidur yang baik
7. Tertawa dan perasaan bahagia

Mengasup makanan yang terlahir dari alam dalam bentuk yang cocok dengan tubuh kita (bukan produk prosesan berlebihan & berbagai produk pabrikan serta produk rekayasa disehat-sehatkan padahal kamuplase), dan menjalani sembari menikmati hidup yang sesuai dengan irama alam.

Jika anda mengetahui sedikit saja tentang mekanisme di dalam tubuh anda, pasti anda mencintai kehidupan tak terhitung jumlahnya yang membentuk tubuh anda.

Apabila anda memperlakukan mereka dengan penuh cinta, berkat sistem kekebalan yang mereka emban, anda bisa menjalani hidup bebas penyakit. Anda tidak perlu berpantang berlebihan atau pun terlalu ketakutan akan jatuh sakit.

Dikutip dari buku Terapi Enzim, karangan Dr. Hiromi Shinya, MD
Dan kembali saya lampirkan tulisan dari pakar Food Combining Erikar Lebang tentang hal ini, yuk baca pelan-pelan dan pahami...
Kenapa sebaiknya kita tidak makan sembarangan itu sering-sering? Karena identik dengan sakit? Kita bahas dari sisi lebih jauh ‪#‎KibulanSehat‬
Umumnya sudah banyak yang tahu, beberapa makanan picu masalah spesifik bagi tubuh. Gula ganggu pankreas, susu rusak pencernaan #KibulanSehat
Tapi mengapa makanan buruk terus menerus dimakan begitu saja? Umumnya karena melihat masalah baru muncul saat sakit menyerang #KibulanSehat
Sehingga makan manis masih saja dikerjakan, selama pankreasnya belum rusak karena kelelahan memproduksi insulin, semisal #KibulanSehat
Padahal saat pankreas sudah rusak, tidak saja gula harus dijauhi, tapi juga organ tubuh lain secara sistematis akan berantakan #KibulanSehat
Sulit membangun kesadaran, bahwa makan buruk itu merusak organ tubuh secara akumulatif. Karena pola pikir yang tidak visioner #KibulanSehat
Pemahaman tentang enzym, bisa menjadi rujukan menarik yang membuat kita lebih sadar untuk menjaga kesehatan via makanan baik #KibulanSehat
Seperti kita tahu, enzim adalah katalisator semua metabolisme terkait aktivitas tubuh. Mencerna, bernafas, melihat, semua! #KibulanSehat
Ada ribuan enzim dibutuhkan tubuh. Teori menarik adalah tubuh memiliki cadangan enzym dari lahir untuk dipakai seumur hidup #KibulanSehat
Manusia akan mati secara natural saat cadangan enzimnya habis. Dengan kata lain efisiensi enzim adalah keharusan untuk hidup #KibulanSehat
Teori menarik lain adalah enzim tersebut hadir berbentuk materi dasar, diproses spesifik berdasar pada kebutuhan yang muncul #KibulanSehat
Saat Anda hidup secara teratur dan sehat, enzim yang diproduksi tubuh juga teratur pun terjaga, kesehatan berlangsung langgeng #KibulanSehat
Namun saat Anda hidup sembarangan, tubuh terpaksa banyak melakukan tindakan ‘perbaikan’, tindakan itu menguras cadangan enzym #KibulanSehat
Makan sembarangan yang buat bakteri masuk, membuat tubuh menguras cadangan enzim untuk mengaktifkan pasukan 'anti invasi'nya #KibulanSehat
Makan tanpa peduli padu padan atau unsur yang tidak ideal untuk tubuh membuat cadangan enzim dikuras untuk memperbaikinya #KibulanSehat
Bila tindakan ini berlarut, biasanya akan muncul dua versi kondisi. Versi pertama Anda akan menjadi sangat mudah jatuh sakit #KibulanSehat
Kedua, Anda tetap tidak mudah sakit, tapi tubuh banyak 'mengeluarkan alarm’ yang tidak disadari sebagai kondisi (jelang) sakit #KibulanSehat
Keduanya memiliki sisi buruk yang sama. Menguras cadangan enzim tubuh! Yang merusak kualitas hidup dan masa pakai tubuh Anda #KibulanSehat
Versi pertama, bila mendadak sakit berat, kita tidak akan heran. Versi kedua itu yang sering membuat banyak orang terhenyak #KibulanSehat
Sepintas tampak sehat, rutin berolahraga (umumnya ekstrim), kuat karena hidup asal tapi jarang sakit, tau-tau bisa sakit parah #KibulanSehat
Hal seperti ini tidak akan mengherankan bila Anda belajar paham konsep kerja pemakaian dan ketersediaan enzim dalam tubuh #KibulanSehat
Bagaimana cara menghemat enzim agar hidup kita bisa berkualitas sesuai panjang masa pakai tubuh maksimal? Ini seni tersendiri #KibulanSehat
Hiduplah dengan sehat! Pastikan semua sesuai pola alami, masa istirahat, berolah fisik, bekerja, sesuaikan dengan harmoni #KibulanSehat
Makanan yang Anda makan harus sesuai kodrat sebagai manusia. Sebagian besar harus makanan segar dan berguna bagi tubuh #KibulanSehat
Minimkan olahan pabrikan, berembel sehat sekalipun! Konsentrasi pada buah dan sayur segar, curi enzim yang ada di sana #KibulanSehat
Saat makanan yang masuk kaya enzim, tubuh tidak akan mengaktifkan cadangan enzim untuk mencernanya. Berlaku sebaliknya! #KibulanSehat
Saat makanan masuk minus enzim. Tubuh tidak saja kuras cadangan enzim, tapi juga acap dianggap musuh, yang bereaksi penolakan #KibulanSehat
Reaksi penolakan itu juga menguras cadangan enzim. Semua akhirnya hasilkan masalah karena cadangan terkuras rugikan kesehatan #KibulanSehat
Demikian sekilas cara pemeliharaan kualitas kesehatan ditinjau dari sisi kemampuan kelola cadangan enzim tubuh #KibulanSehat
Itu kibulan siang ini. Suka sukur gak suka unfollow! Gak follow brisik? Coba main flying fox dari atas Monas tapi pake tali rafia. Salam!
Saya lampirkan juga kutipan dari FAQ FCI tentang Cadangan Enzym :
Salah satu teori terkenal terkait persediaan cadangan enzym dalam tubuh kita. Itu menjadi penjelas kenapa ada orang yang bisa seenaknya hidup, tapi gak pernah sakit-sakit. Karena tubuhnya punya cadangan enzym yang banyak, sehingga bisa diboroskan untuk menetralisir kebiasaan buruknya. Tapi apa yang terjadi saat cadangan enzymnya habis? Ia sontak jatuh sakit dan sangat parah.
Itu sebabnya mereka yang punya kebiasaan buruk, bisa dilihat, umumnya saat tua kondisinya ringkih dan saat meninggal pun umumnya dalam keadaan menderita. Contohnya Winston Churcill, yang meninggal di usia tua walau beliau perokok berat. Kasus ini sering dijadikan contoh, orang berbeda-beda, masalah nasib aja, bisa hidup ngaco atau nggak?

Ada yang tahu? Winston Churcill meninggal dalam keadaan yang sangat menderita. Berulang kali diserang stroke, sehingga kehilangan kemampuan kerja otak dan daya ingatnya akibat alzheimer dan parkinson
Itu contoh menggambarkan, semua manusia sama. Mereka yang menjaga kesehatannya akan menuai kehidupan yang berkualitas dibanding mereka yang menyia-nyiakan kesehatannya
Smoga setelah baca thread ini kita semakin paham dan mulai mengelola enzym sebaik mungkin 
‪#‎Enzym‬ #KibulanSehat

Selasa, 21 Juli 2015

Rokok = Bunuh Diri Pelan-Pelan

Tulisan ini saya buat sehari setelah peringatan HANI 2015, dan sudah saya posting di grup Food Combining Indonesia. 
Karna kemaren ada bilang rokok tidak "berbahaya", saya jadi ingin memuat tulisan ini di blog juga.
Rokok = Bunuh Diri Pelan-Pelan
Baru ingat kemaren adalah Hari Anti NAPZA Internasional (HANI), jadi kepengen posting thread terkait tapi lebih spesifik bicara tentang "Rokok"
NAPZA = Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Zat kimiawi yang dimasukkan ke tubuh manusia. Kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan-bahan berbahaya lainnya).
"Merokok adalah menghisap narkoba," jelas dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG dari Komisi Nasional Pengendalian Tembakau saat ditemui dalam acara Seminar IDI dengan tema 'Gangguan Kesehatan dan Pembiayaan Penyakit Terkait Rokok, Tanggung Jawab Siapa?' di Hotel Manhattan Jl Prof. Dr. Satrio Casablanca, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/10/2013).
Menurut dr Hakim, narkoba merupakan nama kelompok besar atau familia, yang genusnya adalah narkotika, psikotropika dan bahan adiktif. Rokok adalah zat yang sangat adiktif, bahkan tingkat kecanduannya mengalahkan morfin, heroin dan marijuana alias ganja.
Dalam kesempatan berbeda, dr Hakim menjelaskan bahwa ada 6 tingkatan zat adiksi (kecanduan) berdasarkan ilmu kedokteran, yaitu adiksi kopi yang merupakan adiksi paling ringan, adiksi marijuana atau ganja, adiksi alkohol, adiksi heroin, adiksi morfin dan adiksi nikotin.
Hal ini sering tidak disadari masyarakat karena banyak yang menyangka adiksi rokok adalah adiksi yang paling ringan, padahal justru nikotin adalah raja dari raja zat yang bikin candu. Maka tak heran bila banyak perokok yang sangat berat untuk dapat berhenti merokok.
Bila dibandingkan dengan narkotika dan psikotropika yang juga membuat candu, nikotin adalah satu-satunya zat adiktif yang tetap berbahaya walaupun digunakan dengan cara pemakaian yang benar.
"Kalau narkotik digunakan dengan cara yang benar, maka bisa dipakai untuk menghilangkan rasa sakit misal saat orang akan operasi. Psikotropik juga demikian, bisa meredakan orang gangguang jiwa yang ngamuk-ngamuk. Tapi kalau nikotin, walaupun digunakan dengan cara yang benar, dibakar ujungnya yang diluar mulut bukan di dalam, lalu dihisap, itu kan sudah cara pemakaian yang benar, tapi tetap berbahaya," jelas dr Hakim.
Dikutip dari : 
Dr Hakim menjelaskan di Indonesia kematian akibat rokok angkanya mencapai 239 ribu per tahun. Ini lebih besar dibandingkan kematian ibu akibat kehamilan, persalinan dan nifas, yang sekarang menjadi perhatian pemerintah dan dunia.

Beberapa hari yang lalu juga pakar Food Combining Erikar Lebang ada mengulas tentang Rokok dan Hidup Sehat di twitter, berikut saya lampirkan :
Sedih mendengar cerita salah satu aktivis kampanye anti rokok yang meninggal. Di bagian cerita terselip kalimat yang sangat tidak cerdas
"Merokok mati, tidak merokok mati, ya lebih baik merokok sampai mati" Menghela nafas sambil merasa kesal mendengar kalimat satu ini
Gak ada yang baru dengan kalimat tadi dengan apa yang sudah berulang kali saya sampaikan, semua sama secara garis besar
Jarang sekali, garis bawahi ini, orang meninggal mendadak karena sakit! Mayoritas sakit mampus perlahan, menderita, menyusahkan sekitar
Penyakit karena gaya hidup, mau penyakit degeneratif, penurunan fungsi, atau kerusakan yang struktural seperti kanker, deritanya panjang
Kalau biasanya saya bicara dari sisi pola makan-minum, sekarang saya bicara dari hal yang paling malas dibicarakan sebenarnya, rokok
Ngerokok rutin, sih sama saja seperti bunuh diri pelan-pelan. Gak usah dibahas dan gak usah dicari kompensasinya. Sama aja menggarami lautan
Hampir semua orang tahu, rokok mengandung: Nikotin, Tar, Karbon Monoksida, 3 unsur yang sangat berbahaya bagi tubuh. Itu saja? Tentu tidak
Di US pernah dikeluarkan izin unsur pembentuk rokok yang berisi 500-an nama. Dianggap aman? Gak juga. Unsur itu tidak dalam keadaan dibakar
Yang diketahui mayoritas unsur tadi dalam keadaan dipanaskan miliki efek buruk bagi kesehatan. Bahkan ada yang jadi unsur pembentuk senjata
Kerusakan akumulatif ditimbulkan rokok bisa dibilang ada dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dari mulai rambut rontok hingga kanker kulit
Dari sekedar batuk-batuk sampai hak bersuara dicabut. Arti harfiah! Karena pita suaranya diambil. Dari mata kabur akibat asap, hingga buta
Dari kulit gatal-gatal sampai jadi kanker kulit. Lengkaplah pokoknya. Dan biasanya, mayoritas perokok tidak peduli makan sehat
Ya gak aneh
Ngerokok yang bahaya itu aja dikerjain, apalagi cuma sekedar menghindari makanan yang buruk bagi kesehatan?
Ya lebih gak mau lagi!
Memang ada sih segelintir perokok yang bisa hidup panjang dan meninggal di usia lanjut walau tergolong perokok berat. Tapi berapa persen?
Saya pernah kultwit tentang Winston Churcill, perokok berat yang meninggal di usia 90 tahun. Banyak perokok menjadikan beliau acuan
Tapi mereka gak tahu dan pasti ogah tahu bagaimana kondisi Churchill saat meninggal. Dia mengalami kemunduran mental parah juga alzheimer
Dia pun berulang kali diserang stroke. Praktis beberapa tahun terakhir hidupnya Churchill hidup dengan sangat menderita. Tua tapi sengsara
Umur di tangan Tuhan, tapi kualitas hidup ada di tangan kita. Sehat adalah elemen utama kualitas hidup. Merokok jelas merampas elemen itu
Demikian kibulan ini suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Suka ngerokok? Coba nyalain rokok di buntutnya pesawat jet mau terbang
Mari hidup sehat dan ini sejalan dengan tema peringatan HANI 2015 : Let's Develop Our Lives, Our Communities, Our Identities, Without Drug.